Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2018

Rangkuman Ceramah: Mendidik Anak Berotak Brilian oleh Ustadz Budi Ashari Lc



Education is the most powerful weapon which you can use to change the world

Otak yg cerdas dan IQ tinggi tidak pernah menjamin keberhasilan d dunia, apalagi di akhirat. Banyak org yg ber-IQ tinggi tapi ga berbuat/berkarya apa-apa. Meskipun kecerdasan memanglah suatu anugerah yang luar biasa. Syariat Islam punya cara sendiri untuk menganalisa kecerdasan. Jadi, kenapa kita ga bertanya pada Al Quran, rasul, ilmuan dan ulama kita ttg bagaimana cara mengelola kecerdasan? Karena kecerdasan di masa kebesaran Islam terbukti telah membawa kebaikan bumi ini. Sebaliknya, kecerdasan hari ini terbukti telah melukai bumi. Permasalahan saat ini adalah kita tidak mengenal sejarah kita. 

Menurut masyarakat terbaik zaman dulu, orang yg paling cerdas d kalangan orang Arab (selain Nabi Muhammad) adalah:

1.         Amru bin Ash RA

Dikenal sbg org yg sangat cerdas yg spesialisasinya menyelesaikan al mu’dzilatz (bner ga ya gini tulisannya?) yg artinya masalah2 yg super rumit yg tidak bisa diselesaikan bahkan oleh orang2 cerdas. Pada masa Umar, saat ada wabah tha’un (pagi sakit-sorenya meninggal, dan sebaliknya). Umar memanggil Amru untuk diajak berdiskusi terkait solusi dr permasalahan wabah tersebut. Amru pun menemukan jawabannya, yaitu:

a.         Karantina
Orang yg sudah masuk ke wilayah yg terkena wabah tidak boleh keluar. Orang dari luar wilayah yg terkena wabah tidak boleh masuk ke wilayah tersebut. (CMIIW)
b.         Amru melihat bahwa penyebaran wabah luar biasa ketika orang kumpul2, maka Amru meminta mereka u berpisah2.

Amru pun dulu pernah “ngerjain” Umar. Amru sudah berkali2 merayu Umar. Sejak zaman Jahiliyah Amru diutus bolak balik ke Afrika. Ketika Amru berdialog dengan Najasyi (raja), dialog mereka langsung akrab. Kenapa? Karena mereka sudah saling mengenal sejak lama. Kenapa yg diutus Amru? Karena selain sudah hafal wilayah Afrika dan akrab dengan Najasyi, Amru memiliki kemampuan diplomasi yang sangat menonjol. Setelah penaklukan Syam, Amru merayu Umar agar penaklukan dilanjutkan sampai Mesir (Afrika). Umar bilang “jangan”, karena khawatir nanti muslimin ada yg jd korban. Amru meyakinkan bahwa penaklukan akan aman. Amru sangat memahami Mesir. Berdasarkan hasil pengamatannya, Mesir adalah negara kaya dengan pertahanan yg lemah. Amru pun terus merayu Umar. Akhirnya Umar pun luluh, meskipun masih menyimpan keraguan. Kemudian, Umar pun memerintahkan Amru untuk menaklukkan Mesir.

Saat Amru mau menaklukan Mesir, Umar yg ada di Palestina tiba-tiba mengirim surat untuk Amru. Akhirnya surat tersebut sampai ke tangan Amru yang saat itu sudah memasuki wilayah pinggiran perbatasan Palestina dg Mesir, dekat sekali dengan Mesir. Amru sudah berfirasat/feeling bahwa surat Umar pasti berkaitan dengan penaklukan mesir. Amru pun bertanya kepada pasukannya, “Apakah kita sudah memasuki Mesir atau masih berada di wilayah Palestina?” Pasukannya menjawab bahwa mereka masih d Palestina dan Mesir sudah dekat. Akhirnya, Amru memerintahkan pasukan u/ menuju Mesir. Sesampainya di wilayah Mesir, Amru baru membuka surat dr Umar. Isi suratnya “kalau kamu ada d luar Mesir kembalilah, kalo uda masuk di mesir lanjutkanlah”. Firasat Amru benar bahwa surat Umar berkaitan dg penaklukan Mesir. Seandainya saja Amru langsung membuka surat itu (sebelum masuk wilayah Mesir), maka batallah misi penaklukan Mesir.

Saat itu Mesir dikuasai oleh pendudukan Romawi. Orang-orang Mesir menyambut gembira kedatangan umat Islam, hal itu dikarenakan mereka mengetahui keadilan umat Islam dan mereka bebas dari kezaliman dan sifat kasar orang-orang Romawi. Amr bin al-Ash berkata kepada penduduk Mesir, “Wahai penduduk Mesir, sesungguhnya Nabi kami telah mengabarkan bahwa Allah akan menaklukkan Mesir untuk umat Islam, dan beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam– mewasiatkan kami agar berbuat baik kepada kalian.”

Jadi penyebaran Islam sampai Afrika dan Eropa adalah salah satunya jasa Amru bin Ash. Coba baca kisah lain ttg bagaiamana Amru ngerjain musuhnya yaa.

2.         Muawiyah RA

Saat baru lahir sudah dikatakan akan menjadi calon pemimpin Arab. Ibunya marah lalu bilang, “anakku ini masa jadi pemimpin orang Arab doang”. Ibunya ga ridho kalo muawiyah cm jadi raja arab, ibunya bilang “celakalah dia kalo cuma jd raja arab, muawiyah akan jadi pemimpin seluruh manusia”. Perkataan ibunya terbukti. Yg muawiyah pimpin bukan Cuma orang arab. Muawiyah selama 20 tahun jd menteri dan 20 tahun jd khalifah. 20 tahun dimasanya ketenangan muslimin kembali setelah 10 tahun sebelumnya muslim mengalami goncangan. Terkenal dengan Al Hilm, jika orang berbuat jahat pd dia, dia akan balas dengan kebaikan.

3.         Mughirah bin Syu’bah RA

Dikenal sbg sahabat yg bs menyelesaikan masalah seketika. Berpikir sangat cepat dan tepat, tdk perlu analisa. Mughirah pernah “dikerjain” oleh musuh2 Islam. Mughrirah pernah dikirim sebagai Amir di Bahrain. Begitu memimpin, musuh2 islam di Bahrain ga suka. Akhirnya mughirah ditarik lg oleh umar dg pertimbangan stabililitas masyarakat Bahrain. Mughirah dipanggil pulang ke Madinah. Musuh2 islam rapat. Mereka mikir “rasa2nya kalo rakyat Bahrain uda tenang, mughirah bakal ditaroh lagi deh di Bahrain”. Akhirnya musuh2 Islam tsb menemukan siasat dan mengumpulkan uang. Terkumpullah 100.000 dirham. Akhirnya dikirim lah satu orang cerdas diantara mereka. Dia diutus untuk membawa uang tsb ke Madinah. Sesampainya di Madinah, dia mendatangi Khalifah Umar. Saat itu, disampingnya ada Mughirah. Lalu utusan itu blg “wahai Khalifah Umar, saya bawa uang 100.000 dirham. Ini adalah uang milik kaum muslimin yg diambil oleh Mughirah dan dititipkan ke saya. Ga ada org yg tau selain saya.” Si utusan bohong. Umar kaget tp ttp khusnudzon pd Mughiroh. Umar blg “Mughiroh apa kata2mu/tanggapanmu?”. Mughiroh berkata bahwa orang tsb telah berbohong. “Wahai Khalifah, Saya ga ngambil 100.000, tp saya tuh ngambilnya 200.000. Jadi kalo utusan ini blg saya ngambilnya 100.000, brrti dia uda ngambil 100.000 sisanya yg lain”. Kata umar “kenapa kamu lakukan itu? kok ngambil duit muslim?” Kata Mughiroh “soalnya saya banyak tanggungan, keluarga saya banyak”. Abis itu si utusan tersujud2 karena dia tau abis ini dia pasti mati. Si utusan sambil tersujud2 blg k Umar “tidak wahai Umar, ini sebenarnya bukan uang yg dititipkan Mughiroh ke saya. Ini adalah uang yang dikumpulkan oleh org2 jahat d Bahrain (u memfitnah Mughirah)”. Setalah utusan itu mengaku, Umar bertanya ke Mughiroh kenapa caranya menjawab tipuan utusan td seperti itu. Mughirah menjelaskan bahwa karena utusan itu ingin menjatuhkan Mughiroh (membuat Mughiroh hina), makanya Mughirohlah yg justru akan membuatnya menjadi hina.

4.         Ziyadh Ibnu Abiih RA seorang tabiin

Orang yg hadir di semua permasalahan. Dia memecahkan semua masalah. Kalo ada masalah pd manggil dia.

Jangan salah, Khalifah Umar juga cerdas sekali loh sampai2 Nabi mimpi ttg ilmunya Umar. Jangan hanya numpuk org cerdas. Banyak masalah ga selesai di tangan org cerdas.

Buku yg selama 75 tahun tdk boleh beredar. Judul nya militant islam. Oleh Jason al islam asts sauri. Kenapa tdk blh keluarkan? Karena begitu anda baca, anda akan kembali pada Islam dan akan mencintai Quran. Akan mencintai Bahasa quran dan berusaha mempelajari bahasanya. Isinya adalah hasil penelitian yg dilakukan oleh negara inggris dan prancis. Ternyata kunci kehebatan orang islam adalah sistem pendidikannya dari kecil. Ternyata saat kekhalifaahan turki usmani, muslimin memiliki sistem pendidikan dasar namanya kutab. Hal dasar yg diajarkan dalam kutab adalah ttg Al Quran. Anak-anak akan diajarkan mulai dr membaca, hafal, n paham isinya. Baru kemudian belajar bahasa arab  n grammar Bahasa Arab. Grammar seribu bait juga dihafal. Nampaknya itulah kunci kekuatan muslimin karena disana (dalam Al Quran dan Bahasa Arab) terkandung banyak keistimewaan.

Sekilas info:
“Menurut salah sorang dosen di Eropa, terdapat korelasi antara kata2 dan tingkat kecerdasan. Dia katakan bahwa muslimin ternyata punya kekuatan di Al Quran dan Bahasa Arab. Al Quran punya lebih dari 77.000/hampir 77.500 kata. Sehingga membaca Al Quran atau menghafalkannya akan semakin meningkatkan kecerdasan seseorang.”

Setelah melakukan penelitian, kemudian Belanda dan Perancis memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa menjajah negara Islam. Mereka pun menemukan bahwa terdapat 2 hal yg harus dihilangkan. Apa itu? Al Quran dan Bahasa Arab. Untuk menghilangkan dua hal itu, Inggris dan Perancis punya strategi yang berbeda. Strategi Inggris adalah dengan membuat jenjang pendidikan dan membuat citra pd setiap jenjang tersebut. Inggris membagi pendidikan dalam 3 jenjang:

1.        Kelas bawah (kutab, pesantren, dll)
Sekolah Kutab dicitrakan sbg sekolah untuk masyarakat kalangan bawah/org2 miskin. Pernah ga di indonesia org2 yg belajar agama itu image-nya sebagai org2 yg bodoh? Pesantren sbg tmpt orang-orang buangan? Alhamdulillah skg uda berubah ya. Ini merupakan bentuk kebangkitan. Ayo tetap semangat dan waspada pada iblis yg menghadang.

2.         Kelas menengah (sekolah2 negeri)
Dibuatlah sekolah2/pendidikan oleh Negara. ini untuk rakyat dg tingkat ekonomi menengah. Disini masih diajarkan pendidikan ttg Al Quran, tp sudah mulai sedikit. Sekarang pun masih ada citra bahwa sekolah jd salah satu yg dilihat u menentukan tingkat perekonomian seseorang kan?

3.         Kelas atas (international school)
Level atas adalah international school. Modern. Disini tdk ada Al Quran dan Bahasa arab.

Lain dengan strategi yg dipilih Inggris, Perancis memilih cara yg ekstrim. Mereka langsung menghilangkan semua yg berkaitan dengan Al Quran dan Bahasa Arab.

Skg antum tau ga gmn caranya jd org cerdas? Belajarlah syariat agama ini.

Asalkan anak uda 7 taun, maka suruhlah u shalat. Shalatnya dimana? Di masjid, sehingga masjid adalah tempatnya org2 cerdas. Dari situ keuasaan akan diambil kembali oleh org2 muslim. Bacalah sejarah masjid. Masjid adalah tmpt mendidik anak agar cerdas.

Setiap ilmu punya karakter yg membentuk karakter org yg mempelajarinya. Jika seseorang belajar Al Quran, dia akan dpt kelembutannya. Jika seseorang belajar hadits, dia akan dapat hujjahnya. Jika seseorang mengajak debat org yg paham hadits, orang yg ngajak debat itu pasti bakal jungkir balik dlm melayani org yg paham hadits itu.

Kaliman imam ibnu al jauzi dalam kitab al adzkia kitab orang2 cerdas. Sahabat mulia, abu darda, menyampaikan tentang tanda org2 yg berakal. Abu darda berkata bahwa tandanya orng berakal adalah sebagai berikut:

1. Orang berakal itu tawaduk artinya merendahkan hatinya terhadap orang yg ada di atasnya. Mungkin d atas dari segi ilmunya, jabatannya, umurnya, dll.
2. Tidak meremehkan yg ada di bawahnya, baik yg lbh kecil, yg ilmunya lebih sedikit, dll. Tidak diremehkan, tidak dijatuhkan.
3. Dia selalu memegang keutamaan dalam pembicaraannya. Mau dia ngobrol santai, serius, atau bahkan saat bercanda pun yg keluar dari mulutnya selalu ada keutamaanya.
4. Dia berinteraksi dengan manusia dengan menggunakan akhlak baik. Bergaul dengan masyarakat juga dengan akhlak baik. Bicara juga dengan akhlak baik. Diam dengan dengan akhlak baik. Komentarpun juga dengan akhlak baik.
5. Dia memastikan selalu ada iman antara dia dan Rabb-nya. Memastikan setiap aktivitas hidupnya selalu ada iman.
6. Dia berjalan di dunia ini dengan ketakwaanya, tetapi tersembunyi.

"Hikmah lebih tinggi dari ilmu, kebaikan hikmah lebih banyak daripada ilmu"

Jika ada kesalahan tulis/info maafkan aku ya Alloh, maafin juga ya semuanya... hehe...
Semoga bermanfaat...

"yg bisa mengisi adalah yg berisi, jadi mari kita membaca"
"ikatlah imu dengan menulis"

Senin, 16 Juli 2018

Islamic Parenting: Agar Anak-anak Kita Menjadi Qurrata A'yun


Tema: Bagaimana Menjadikan Anak Kita Sebagai Permata Hati Sesuai dengan Tuntunan Ulama-ulama Ahli Sunnah Wal Jama'ah?
Bagian 3
Oleh Ust. Oemar Mita Lc


Apa yg harus kita lakukan agar anak2 kita jadi Qurrata A'yun?

Pada kajian ini akan dibahas 5 dulu.

Menurut para ulama kiat yang harus diperhatikan oleh seorang ibu ketika sudah memiliki keturunan:

1.    Shalihkan diri kita dan suami kita ketika kita sudah bersatu dalam rumah tangga

Kenapa? Anak layaknya bayang-bayang dan orang tualah yang menjadi bendanya. Bayang-bayang tidak akan lurus jika bendanya bengkok. Menurut Ibnu Qayyim, kesholihan anak-anak kita akan tergantung pada pemilik air (pihak suami) dan pemilik rahim (istri).

Ada yang bertanya pada seorang Ustadz “Ustadz, kenapa ya banyak anak-anak yang umurnya di bawah 10 tahun tapi sudah hafal Al Qur’an?” Ustadz itu menjawab “karena Ibu mereka cinta Al Qur'an” meskipun Ibu-ibu tersebut tidak hafal Al Qur'an, mereka cinta pada Al Qur'an. Mereka senang membacanya terutama saat mengandung.

Kisah nyata tentang pengaruh air susu dengan sifat anak susuan:

Imamul Haromain adalah salah satu ulama besar Mazhab Syafi’i. Beliau memiliki kekurangan yaitu ketika beliau berbicara ada kata-kata yang terselip (maksud hati ingin berkata apa, tetapi yang dikeluarkan berbeda). Karena penasaran dengan kekurangannya, beliau mencari penyebab kenapa beliau memiliki sifat seperti itu. Ayah Imamul Haromain pun kemudian menceritakan kepadanya tentang bagaimana dulu beliau dibesarkan. Dulu, Ayah Imamul Haromain benar-benar menjaga Imamul Haromain, salah satu caranya adalah dengan menjaga air susu yang diberikan kepadanya. Imamul Haromain hanya disusui oleh ibunya (beliau dikenal dengan kesholihannya) dan orang-orang yang bertaqwa. Kalau ASI ga keluar pilihlan dr org yg shalihah). Pada suatu waktu, Imamul Haromain menangis kehausan sedangkan ibunya sedang tidak berada di tempat. Masuklah tetangganya. Karena Imamul Haromain menangis, tetangga tersebut pun iba dan akhirnya menyusuinya. Itulah yang membentuk Imamul Haromain kenapa jika berbicara suka terselip. Selain Imamul Haromain, Imam Abu Hanifah juga mengalami kondisi serupa. Beliau jika berbicara terkadang suka terselip-selip. Fyi, Imam Abu Hanifah terkenal dalam masalah qiyas. Kuatnya kata dan teori yg keluar dari mulut Abu Hanifah membuat orang-orang menjadi percaya padanya.

Oleh karena itu, jangan mudah menyusukan anak kita ke orang lain yang kita tidak tahu asal usulnya yaaa => dalam sunnah pun tidak diperbolehkan looh.

Simpulan dari poin ini:

Bertaubat pada Alloh secara total (terutama setelah memiliki anak), sehingga dosa yang kita perbuat tidak membawa keburukan (misalnya pada anak kita). Setelah menikah, kenakalan kita akan berpengaruh pada putra dan putri kita.

2.    Perhatikan bagaimana kebaikan kita kepada orang tua kita dan bagaimana kebaikan suami kita pada orang tuanya

Fyi, poin 2 ini juga akan berpengaruh banget pada kesholihan anak kita loh. Ketika kita dapati anak kita ga sholih, coba perhatikan apakah ada kesalahan kita pada orang tua kita yg kemudian Allah beri hukuman melalui perantara anak-anak kita. Rasul bersabda “tidak ada kebaikan yg Allah balas di dunia kecuali kebaikan pd ortu, dan tidak ada hukuman atas satu kejahatan Allah beri di dunia kecuali kejahatan thd ortu”. Sampai Wahab bin … (maaf ga ketagkap pas denger penjelasan Ust Oemar Mita) mengatakan bahwa siapapun orang yang hormat pada orang tuanya, Allah akan kasih kontan anak yang hormat padanya. Begitu juga sebaliknya. Orang yang tidak hormat pada orang tuanya, Alloh akan kasih kontan anak yang tidak hormat padanya, sebagaimana dulu dia tidak hormat pada orang tuanya. Berbakti/tidak berbakti pada orang tua akan dibalas cash/kontan di dunia, selain ada balasannya di akhirat.

Contoh:

Tsabit al Bunani pernah mendapati seorang anak yang tega menampar ayahnya. Ternyata sebabnya adalah dulu ayah tersebut menampar ayahnya sebagaimana hari itu dia ditampar anaknya.

Ada keluarga yang anaknya kecanduan playstation sampai tidak sekolah dan pergi dari rumah. Akhirnya orang tua anak tersebut dinasehati untuk memperbaiki hubungan dengan nenek kakeknya . Setelah pulang kampung dan berbakti, anaknya yang suka playstation itu akhirnya pulang dengan sendirinya padahal ga dicari.

Nasehat spesial untuk para suami.

Kita (para istri) harus (lebih) perhatian pada orang tuanya karena suami tetap anak ibu/orang tuanya. Jangan sampai kita menghalangi suami kita untuk berbuat baik pada orang tuanya. Bisa jadi balasannya terjadi nanti ketika kita sudah punya anak. Bisa jadi menantu kita juga akan mengahalangi anak kita untuk berbuat baik pada kita.

Jadikan orang tua kita ridha pada kita, sehingga Allah akan kasih balasannya di dunia dan akhirat. Cash kontan. Orang sesholih apapun tidak mungkin masuk surga jika dia tidak mendapatkan ridha orang tuanya. Jangan jadi istri kompor yaa… biar anak kita juga jadi anak yang baik.

3.    Perhatikan makanan

Jangan suka berikan makanan yang syubhat dan haram karena tidak mungkin anak kita mendapat kebaikan dan kesholihan jika diberikan makanan yang syubhat dan haram.

4.    Berdoa

Jangan meremehkan doa. Pemilik doa mustajab bagi anak adalah ibu. Sebagai seorang ibu, kita harus ngomong yang baik-baik karena malaikat suka mengaminkan perkataan kita. Kalau kita tidak bisa mengontrol emosi, ketika kita marah mending suruh anak kita pergi daripada kita ngomong jelek tentang anak kita.

Tips: saat marah jangan berhadapan dengan orang yang marahan dengan kita karena mulut suka susah dikontrol.

5.    Tanamkan padanya akidah, jangan hanya fiqih

Kadang kita seneng anak kita bisa azan, bisa wudhu, hafal huruf arab, dll. Namun, sesungguhnya yang paling penting adalah akidah (keterikatan diri kita pada Allah) misalnya berikan pemahaman tentang surge dan neraka pada anak, dll.

Teorinya, yang berisi baru bisa mengisi (yang berilmulah yang bisa mengajarkan ilmu). Oleh karena itu, datangilah kajian ilmu supaya bertambah akidah kita kepada Allah dan mampu menyampaikannya dengan benar dan jelas kepada putra dan putri kita.

Jangan menjadi orang tua yang seperti pemadam kebakaran, yaitu orang tua yang ketika muncul masalah baru mencari solusinya....

Semoga bermanfaat.

Jika ada kesalahan maafkan yaa....

Senin, 21 Mei 2018

Islamic Parenting: Kekuatan Doa oleh Ust. Oemar Mita, Lc

Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Yay!! Karena sudah diberi kesempatan luar biasa oleh Allah untuk menjumpai Ramadhan lagi, kita ga boleh sia2kan kesempatan ini hanya untuk bermalas2an saja. Dalam bulan Ramadhan ga hanya banyak diskon baju loh, tp juga pahala. Di bulan ini pahala dilipatgandakan!! Sooo... ayo semangat tingkatkan ibadah kita yuk... =D

Akhir-akhir ini aku lagi concern dan penasaran banget tetang bagaimana cara yang tepat mendidik anak. Banyak ponakan-ponakan yang tingkah laku dan kepribadiannya unik2. Yang paling membuatku bertanya-tanya, ada ponakan yang meskipun usianya masih dini, mereka sudah berani memukul orang yang lebih tua/orang tuanya. Anehnya, orang tuanya ga marah dan malah cenderung ngalah/ngebiarin bad habit anaknya itu. Aku jadi penasaran. Apa untuk anak dibawah 5 tahun, atau bahkan di umur 2 tahunan, memukul itu hal yang wajar. Lalu, bagaimana kita harus bersikap jika menjumpai hal semacam itu. 

Ketika berhadapan dengan anak kecil, aku takut memperlakukan mereka dengan cara yg salah. Oleh karena itu, akhir-akhir ini aku membaca buku dan mendengarkan ceramah2 tentang islamic parenting. Salah satunya ceramah dari ustadz favoritku, Ust. Oemar Mita, Lc. Hehehe...

Di postingan ini aku mau ngasih resume tentang KEKUATAN DOA doa dalam parenting. Berikut silakah dibaca yaaa... penting banget nih buat kita-kita yang mau anaknya jadi generasi berakhlak Islami...

Kekuatan Doa
oleh Ust Oemar Mita, Lc

Bisa jadi keluarga kita yg saat ini tidak menyukai perubahan kita setelah berhijrah, bukan berarti mereka tidak menyukai sunnah yg kita anut. Mungkin saja sebabnya adalah karena kita yg tidak mendoakan mereka agar hati mereka terbuka ketika mendengarkan ilmu. Itulah kekuatan doa. Mengubah sesuatu hal yg mustahil menjadi terjadi.

Ada seseorang yg memiliki anak yg selalu menegakkan shalat dan bergegas ke masjid ketika adzan dikumandangkan. Setelah ditanyakan ke beliau, ternyata segera setelah beliau tau bahwa istrinya mengandung, beliau selalu berdoa meminta kepada Allah agar beliau dan anak keturunannya dijadikan sebagai orang-orang yang menegakkan shalat. Beliau selalu mengiringi kehamilan istrinya dengan doa tersebut. Akhirnya, Allah bayar kontan dengan menjadikan beliau dan anaknya sbg manusia yg menegakkan shalat.

Ada seseorang yg anaknya hafidz. Saat istrinya hamil ayah tsb sudah mengkondisikan agar istrinya rajin2 mendengan org mengaji, murotal, dll. Menurut beliau rahim yg taat akan menghasilkan janin yg taat. Dan beliau byk mengetuk pintu langit di sepertiga malam. “Ya Allah yg aku minta pengetahuan pertama yg dimili anakku adalah pengetahuan ttg Al Quran. Bukan pengetahuan lainnya.”

bersambung di postingan selanjutnya yaa...

Ads Inside Post