Tampilkan postingan dengan label IVF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IVF. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2019

Program Kehamilan Dengan Refleksi

So, kemarin kami ada acara midodareni Astie yg insyaalloh akan menikah minggu depan. Acara ini uda semacam kayak tradisi gitu di keluarga suamiku. Personally, aku suka dengan acara ini karena calon pengantin akan dapat bekal berupa nasehat n pengalaman2 yang dibagi oleh anggota keluarga lain yang sudah menikah. Bermanfaat banget nih buat yg masih clueless tentang kehidupan pernikahan. At least calon pengantin jadi ada gambaran tentang ups and downs tentang marriage life. Btw, it's interesting how our experiences (orang2 yang ngasih wejangan) just match one another. 

Setelah acara midodareni, kami diajak Rizky dan Nurul untuk refleksi fertilitas. Rizky dan Nurul adalah sepupu suamiku. Dulunya, mereka adalah teman seperjuangan kami dalam trying to conceive. Alhamdulillah, mereka uda lulus duluan. Selain berobat ke dokter, mereka menempuh jalan alternatif berupa refleksi. Qodarulloh, mereka berhasil dan ingin kami berikhtiar refleksi seperti mereka. Siapa tau Alloh mengabulkan ikhtiar kami melalui terapi ini juga. Ya kan? Aamiin.

Tujuan refleksi kami adalah ke Mbah Suyitno di daerah Ciledug. Awalnya, aku curiga pengobatan ini ada unsur kleniknya. Apalagi si Rizky memanggil beliau dengan sebutan Mbah. Mbah2 gitu kan identik dengan dukun, ya ga si? kwkwk Uda gitu, pas di rumah beliau aku melihat banyak hiasan wayang dan ada patung Bunda Maria-nya. Kan makin curiga doong... Alhamdulillah setelah terapi selesai, ga ada sama sekali unsur kleniknya. Beliau mengoleksi wayang mungkin karena beliau berasal dari Jawa Tengah dan memiliki patung karena beliau Nasrani. 

Sesampainya di rumah Beliau, kami langsung duduk di ruang tamu dan mengutarakan maksud kami. Ga berapa lama, kami pun dipijit refleksi. Dipijitnya sih bentar, tp rasanyaa Subhanallah... nikmat bgt. Aku hampir mau nangis n suamiku sampe kelojotan kaya anak kecil. Kwkwkwk

Setelah dipijit, mbah bilang bahwa masalah di aku adalah di indung telur, sedangkan d suami adalah sperma yang sekitar setengah dari jumlah keseluruhannya mati. Aku pun langsung mencocokkan diagnosis beliau dengan diagnosis dokter. Menurut hasil pemeriksaan medis, aku memang bermasalah di saluran indung telur dan suami memang ada sedikit masalah di sperma.

Mbah bilang bahwa banyak kasus infertilitas disebabkan oleh gaya hidup anak zaman now yg ga sehat. Terutama di makanan. Kami pun diminta untuk mengonsumsi jeruk purut+lada hitam dan sayuran, terutama pare.

Hari itu aku benar2 merasa sangat bersyukur. feel blessed banget karena dikelilingi oleh orang2 baik. 

Terimakasih banyak buat Rizky dan Nurul atas kebaikannya. Semoga Alloh balas dengan kebaikan juga yang berlimpah tentunya.

Alhamdulillah... betapa besar nikmat Alloh... Memang benar firman Allah "Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan" Al Insyirah Ayat 6.

Yuk, semangat semuanyaaa...

Rabu, 09 Januari 2019

dr. Zaidul Akbar: Meningkatkan Kualitas Sel Telur dan Sperma dengan Makan Kari

Bahan2 di bawah (jahe, kapulaga, kembang lawang, cengkeh, lengkuas, dan kunyit) jika anda tambahkan daging sapi atau ikan dan garam himalaya maka jadilahhhhhhh KARI 😁😁 saudara saudaraaaaa

Itulah sebabnya mungkin india penduduknya paling banyak di dunia, gimana tidak..? Isi perut mereka PROBIOTIK semuaa..hehe

Modal sperma sedikit dan ovum sedikit dari suami dan istri sudah cukup jadi janin 😂😂😂😂😂karena kualitas sperma ovum nya terboost up dengan bumbu ..😎

While, ada yang susah susah mau dapat momongan gegara sperm ovum nya sedikit, mungkin kurang bumbu sperma ovum nya..😅😅😅

Kebanyakan aditif 😬😬


Images taken from google, thank you <3

Kamis, 01 November 2018

Menstruasi Jadi Tidak Teratur Setelah Batal Frozen Embrio Transfer

Setelah batal melakukan prosedur Frozen Embrio Transfer, aku sempet mengalami kegalauan. Kepalaku rasanya nyut-nyutan gitu dan bawaannya sedih. Btw, apa ini yang namanya depresi ya? Wahhh... jangan-jangan iya... Alhamdulillahnya, galaunya ga lama, hanya sekitar 2 atau 3 hari aja. =D Doain semoga kami tetep semangat yaa...

Oia. di post kali ini aku mau cerita tentang siklus mentruasiku yang tidak teratur setelah batal FET.

Jadi, 17 hari setelah hari pertama mentruasi terakhirku, aku mentruasi lagi. Panik banget karena seumur2 kalau menstruasi biasanya tepat waktu (siklus 28 hari) dan bahkan aku bisa memprediksi kapan mentsruasi selanjutnya bakal datang. Lah ini kok malah susut jadi 17/18 hari??? why oh why?? #panik Setelah contact Suster Amoy, beliau (setelah lapor ke dr Ahmad) bilang Its Okey karena bisa jadi ini pengaruh dari obat.

Kelegaan tidak berlangsung lama. Aku balik panik lagi ketika menstruasiku ga selesai-selesai. Biasanya, celana dalam/pembalut sudah terlihat bersih  di hari ke 7. Lah ini uda lewat hari ke 7, tapi flek-flek kok belum ilang jugaa... huhuuu... Again setelah contact Suster Amoy, beliau (setelah lapor ke dr Ahmad) bilang Its Okey. Kalau setelah 14 hari menstruasi belum selesai juga, baru aku diminta untuk lapor lagi ke beliau. Alhamdulillah di hari ke 12/13 (aku lupa), menstruasiku selesai. Lega...

Nah... setelah menstruasiku selesai, sampai sekarang aku belum menstruasi lagi dong... Coba deh bantu aku ngitung, dari tanggal 8 September sampai dengan 23 Oktober ada berapa hari kah? uda hampir 2 bulan kan yaa? Nah ini aku belum menstruasi jugaaa huhuuu... #mewek

Aku uda contact Suster Amoy, beliau (setelah lapor ke dr Ahmad) bilang bahwa aku boleh langsung minum obat atau coba USG dlu di dokter Indonesia. Karena ada kepikiran siapa tau hamil, akhirnya aku pilih USG dengan dr Muharram RSCM.

Hasilnyaa....

Im not pregnant.

Oleh dr Muharram, aku diberi obat untuk 7 hari dan disuruh untuk tes darah.

Masih berlanjut nih kegalauan karena menstruasi tidak teratur, #hukz

Tetap semangat ya. Its not over till its over. 

<3


Edit:
Sampai postingan ini ditulis (1 Novemeber), aku belum menstruasi juga. #cedih

Jumat, 14 September 2018

Prosedur Frozen Embrio Transfer (FET) di Mahkota Medical Center Part 1

Pertama-tama, aku mau jelasin dulu tentang apa itu Frozen Embrio Transfer (FET) yaa...

Berdasarkan bahasa, frozen itu artinya beku, embrio itu artinya hasil pembuahan sel telur dan sperma, dan transfer artinya pindah/beralih tempat. Jadi, menurutku FET adalah pemindahan embrio yang dibekukan ke dalam rahim. Karena embrionya beku, mereka harus dicairkan terlebih dahulu, baru deh dipindahkan ke rahim biar nempel n tumbuh jadi babies... aamiin...

Jadi, kronologi proses FET yang kualami kaya gini nih

27 Juni 2018

Hari pertama menstruasi. Sudah keluar darah meskipun belum deras. Sesuai instruksi, mens pertama aku diminta untuk hubungi suster amoy via personal message (pm) WA. Setelah laporan, suster jawab pm-ku gini:

"Ibu datang tanggal 15 atau 16 Agustus hari ke 20 atau 21 menstruasi"

Kami pun memilih untuk datang tanggal 15 Agustus 2018.

15 Agutus 2018

Hari ini ketemu dokter. Tindakan yg dilakukan adalah USG perut dan suntik hormon (?). Aku lupa2 inget deh suntik hormon atau suntik apa. Kalo ketemu dokter lagi, aku tanyain ya. Yang jelas suntik ini semacem untuk menshut-down hormon reproduksiku gt. Jadi, badan ga memproduksi hormon lagi. Nanti hormon akan diberikan ke tubuh lewat obat yang kuminum. Dengan begini, hormon bisa dikontrol oleh dokter. CMIIW.

Pas balik, aku diberi bekal Progynova dan Asam Folat. Progynova untuk diminum setelah menstruasi, sedangkan Asam Folat untuk langsung diminum saat itu juga.

Aku diminta lapor via WA lagi ketika menstruasiku bulan itu dtg. Nanti dokter yg akan kasih instruksi melalui WA suster amoy. 

Biaya semuanya sekitar RM1.000. Td uda ubek2 laci nyari struk pembayaran tp ga ketemu2. T-T 


Progynova, tablet bulet kecil2

24 Agustus 2018

Semalem mens (23 Agustus 2018)!! Sesuai istruksi, aku harus lapor ke WA suster amoy ketika menstruasiku dtg. Karena pas malem WA suster amoy ga aktif, terpaksa lapornya pagi2 tanggal 24 Agustus 2018.

"Sus, semalam saya mens. Sudah keluar darah. Tapi hari ini baru keluar deras darahnya"

Suster pun jawab

"Jadi hari ini dihitung hari pertama ya. Kita ketemu day 11 atau 12 (tanggal 3 Sept 2018 atau 4 Sep 2018)"
"Ibu nak bila? Hari Isnin ke hari Selasa?"

Setelah nanya suami, akhirnya kami sepakat kesana hari Selasa, 4 September 2018.

4 September 2018

Jumpa dokter sesuai jadwal. USG TV untuk lihat rahim. Dokter bilang rahim is ok. Next tunggu hasil cek darah, untuk menentukan prosedur FET nya lanjut atau ngga. Setelah dari dokter, kami ke laboratory untuk tes darah. Tes ini untuk melihat kadar hormon Estradiolku. Hasil tes lab akan keluar setelah 2 jam, jadi 2 jam lagi kami diminta untuk ketemu dokter.

2 jam kemudian, kami ketemu dokter lagi untuk bahas hasil tes lab. Its a bad news guys. Dokter bilang Estradiolku rendah. Tp beliau bilang some people emg kenaikan Estradiolnya slow. Jadi beliau nambahin dosis Progynova lagi untuk dua hari. Setelah dua hari, nanti tes darah lagi apakah ada kenaikan Estradiol atau ngga.

6 September 2018

Tes darah. 2 jam kemudian ketemu dokter u bahas hasil. Its a BAD NEWS. Dokter bilang Estradiolku makin low. Beliau ordered lab u tes ulang darahku. Siapa tau lab ada kesalahan prosedur. very nice of him. 

Setelah 2 jam, hasil tes keluar. Dokter bilang hasil tes lab memang Estradiolku low. Artinya not a good sign!!. Dokter pun decided to cancel the program dan minta aku stop konsumsi obat yg beliau kasih.

Selanjutnya doker bahas solusi yang akan beliau ambil, tentunya dengan prosedur yg berbeda. Dokter menyarankan untuk menggunakan Estradiol alami yg dihasilkan oleh tubuhku. Jadi dokter akan sedikit menggunakan long protocol dengan Femara. Dokter kasih penjelasan cukup clear. tp karena mengalami sedikit mental breakdown, aku jd ga gitu nafsu buat nanya2 banyak seperti biasa... kwkwk

Dokter bilang, harusnya setelah suntik, hormon d badanku uda ga keluar lagi. dan satu2nya u mempengaruhi hormon ya melalui obat oral yg kuminum itu (Progynova). Semakin banyak Progynova yg dikonsumsi harusnya semakin besar juga kadar hormon Estradiolku. Ini kok malah makin turun. Kalau aku ga salah nangkep penjelasan beliau, ini artinya ada hormon lain yg bekerja di badanku.

Selain dari otak, hormon diproduksi dari lemak. Karena produksi hormon dari otak sudah dihentikan (melalui suntikan yg uda aku ceritakan di atas), berarti yg menyebabkan Esradiolku anomali berasal dari hormon yang dihasilkan lemak. Dokter curiga hormon androgen dalam badanku tinggi, artinya hormon laki2ku kuat. Uda gt dokter bilang kayanya aku stress berat and it did affect the body!!

Tbh, Aku down dengernya. Bahkan sempet mikir macem2. Dont do this ya, mikir sesuatu yg blm tentu kejadian apalagi yg jelek2 itu ga ada gunanya... ya kaan? hehe

Yuk bangkit lagi n usaha lagi.

Alloh pasti kasih. =')

Biaya (in RM)

4 September 2018

Consultation 50
USS/Radiology 50
Pharmacy 20 (Progynova + Folic Acid)
Laboratory charges 104,01
Collection on behalf of Doctors 0,99

6 September 2018
Pharmacy 340 (Femara)
Hospital charges 4
Laboratory charges 104,01
Collection on behalf of Doctors 0,99

Selasa, 01 Mei 2018

Kuret Polip Rahim (Lagi)




Salah satu alasan kenapa Dokter Ahmad Saifuddin belum melakukan ET di program ivf ku adalah adanya polip rahim. Menurut dokter, polip rahim muncul karena ketidakseimbangan hormon dan bisa hilang dengan sendirinya. Setelah dokter fix mendiagnosa di rahimku ada polip (lagi), dokter menyarankan untuk menunggu 2 siklus haid, baru kemudian melakukan observasi apakah polipnya masih ada atau sudah hilang. Dokter sangat berharap polipnya bisa luruh sendiri keluar bersama dengan darah haid. Aku juga berharapnya gitu dok huhu...

Setelah 2 siklus menunggu, H+22 aku kembali konsultasi ke Dokter Ahmad. Beliau menanyakan apakah setelah ivf darah haidku banyak. Aku pun mengiyakan. Beliau tersenyum optimis. Beliau bilang, biasanya darah haid yang banyak menandakan luruhnya polip. Untuk memastikan, aku pun di USG TV. Sebenarnya hati agak pesimis, tapi juga sangat berharap polip hilang sendiri. Setelah diobservasi, ternyata polipnya masih ada dan harus diambil dengan kuret/teropong/histeroskopi. Pupus deh harapan untuk langsung ivf. Sampai dalam tahap ini, aku masih bisa mikir "Oke, lets just do it and win the battle".

Sabtu, 03 Maret 2018

Hunting Makanan Murah di Malaka

Malaka merupakan salah satu destinasi wisata di Malaysia, sehingga nyari makanan di sana mudah banget. Rumah makan yang kami singgahi mematok harga start from RM 5, tergantung menunya yaa... 

Jika di Indonesia makanan di food court mall akan lebih mahal daripada rumah makan di pinggir jalan, di Malaka lain lagi. Padahal uda aku tahan-tahan loh ga makan di mall, eh pas makan di sana ternyata murah doong... harganya sama aja dengan harga makanan di rumah makan luar mall. Kwkwkwk... Tau gt dr awal jajan di food court mall aja... kan lumayan ruanyannya ber-ac dan bersih... =D

Jumat, 02 Maret 2018

Mau Program Bayi Tabung di Luar Negeri? Berikut Hal-hal yang Wajib Kita Tahu

Tahun lalu, kami mengunjungi dua rumah sakit yang cukup terkenal dengan pelayanan bayi tabungnya. Yang satu rumah sakit dalam negeri, satunya rumah sakit luar negeri. Dua-duanya bagus. Namun, kami belum bisa memberikan perbandingan yang apple to apple karena saat berkunjung ke Ferina aku tidak menjalani tes darah dan USG TV (hanya konsultasi biasa). Namun, setelah mengalami sendiri bagaimana pelayanan rumah sakit di Malaysia, aku lebih merekomendasikan RS di sana. =D

Rabu, 28 Februari 2018

Bukit Beruang, Malaka


Masyaalloh. Breathtaking.

Aku mau merekomendasikan salah satu tempat yang bisa dikunjungi selama longstay di Malaka nih. Nama tempatnya adalah Bukit Beruang (Bear Hill). Tidak seperti namanya yang terlihat seram, Bukit Beruang friendly banget buat pemula dan yang cintanya sama gunung setengah2 seperti aku. Aku ga suka naik gunung yang tinggi dan terlalu jauh. Selain karena bingung kalo mau pup gimana, belum nyampai puncak aja bawaannya uda awang2en males jalan buat turun, =P

Btw, Bukit Beruang letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota Malaka. Kami menuju kesana menggunakan Grab Car dan disambung dengan nebeng mobil teman suami. Harus aku akui, suamiku memang jago bgt berkawan. Baru 2 hari tinggal di Malaka aja, beliau uda punya geng naik gunung. Haha. Buat yang mau tau cerita lengkapnya, bisa baca post suamiku yaa... Beliau mountain lover banget... Klik di sini cumlaudetraveler <3

Minggu, 25 Februari 2018

Rincian Prosedur dan Biaya Bayi Tabung di Mahkota Medical Centre

Tanggal 11 Februari 2018
Waaaa... ada flek cokelat!! Padahal seharusnya jadwal mensku tanggal 12. Aku langsung WA suster dan membuat appointment dg dr Achmad besok pagi.

FYI, jika ingin melakukan program bayi tabung, kita harus datang ke dokter pas H+2 mens.

Tanggal 12 Februari 2018
Datang ke MMC langsung ke bagian pendaftaran di lantai 3. Setelah daftar, selanjutnya kami menuju ke klinik dr Achmad di lantai yang sama.

Sabtu, 24 Februari 2018

Pengalaman Ovum Pick Up di Mahkota Medical Center



Alhamdulillah kami sudah Ovum Pick Up (OPU) siang tadi. Deg-degan, takut dan nervous. Bukan karena takut sakit atau apa, tetapi lebih ke "nanti telurnya dapat berapa". Setiap proses di program bayi tabung menentukan apakah program bisa jalan terus atau ga. Jadi, sebagai pasien kita harus siap kalau sewaktu2 ada bad news, entah dari hormon yang tiba-tiba drop, P4 yang terlalu tinggi, folikel bermasalah, dll.

Selasa, 20 Februari 2018

Bagusnya Kualitas Pelayanan Dokter (ku) di Mahkota Medical Center


Mahkota Medical Center

Actually, living away from home for about a month to do ivf program is a lil bit hard for me. I have to adjust to my new routine. I used to have 8am - 5pm job, but suddenly jobless here, far from family and friends that we can talk to, can't go touring to another city/country because I have to get gonal, menopur, and ovidrel shots every morning, miss Indonesian food, etc. BUT... I think it's worth the fight because we have the nicest doctor we could ever asked. Ada beberapa pelayanan dokter di sini yang membuat kami terharu dan benar2 amazed.

Kamis, 15 Februari 2018

Efek Konsumsi DHEA




Pelajaran yang bisa diambil dari konsultasi dengan dr Ahmad kemarin adalah ... teng teng teng... JANGAN konsumsi obat tanpa anjuran/resep dokter.

Jadi ceritanya, kami para pejuang IVF ini biasanya gabung di grup-grup IVF. Grup ini bisa berupa grup chatting What's Up, Telegram, forum, dll. Grupnya juga macem-macem, ada yang grup IVF yang isinya pasien di dokter yang sama, ada grup IVF yang isinya pasien di rumah sakit yang sama, ada grup IVF Female Daily Forum, dll. Di grup itu, biasanya kami sharing banyak hal, mulai dari saling memotivasi, saling bagi informasi tentang dokter, bagi tips, kisah sukses, kisah gagal, dll. Alhamdulillah grupnya bantu banget. Uda gitu jadi ngerasa ga sendiri. Apalagi aku yg bawaanya selalu pengen sharing, jadi ada tempat pelampiasan. =D

Selasa, 13 Februari 2018

Ukuran Ovarium Kiri Lebih Kecil

So, basically masalah kami sekarang adalah ukuran ovariumku yg sebelah kiri lebih kecil daripada yg kanan. Konsekuensi ukuran ovarium yang kecil adalah pada kekuatan produksi telur. Ibaratnya pabrik, pabrik yang lebih besar akan menghasilkan produk yang lebih banyak. Begitu pun juga sebaliknya. Karena ovarium kiriku kecil, maka produksi telurnya pun lebih sedikit.

Tadi adalah pertemuan pertama kami dengan Dr Ahmad Saifuddin. Seperti biasa, dokter Ahmad sangat ramah dan sabar dalam menjelaskan semuanya. Mulai dari case kami, treatment yang akan diambil, sampai the worst scenario. Actually, Its so scary playing with possibilities. But, we have to move forward and try. Ya kan?

Hunting Penginapan dan Hotel untuk Longstay di Malaka

Program bayi tabung membutuhkan waktu yang lama, mungkin sekitar 28 hari (satu siklus menstruasi). Nah... selama 28 hari itu, kami akan stay di Malaka. So, PR banget nih untuk nyari hotel yang murah tapi ga jelek-jelek amat. Aku dan suami punya preferensi masing-masing untuk menentukan kneyamanan suatu hotel. Aku paling ga suka sama lingkungan yang kotor, meanwhile suami paling ga suka tinggal di kamar sempit. Jadi, selama dua hari kemarin kami mencari penginapan n hotel yg paling sesuai dengan kriteria tadi.

Minggu, 11 Februari 2018

Bayi Tabung di Mahkota Medical Centre Malaka


Bismillah =D

Assalamu'alaikum
Apa kabar?
Semoga semuanya sehat selalu yaaa

Setelah lebih dari satu tahun ngumpulin tekad, semangat, n dana, akhirnya kami mau program bayi tabung lagi niiiih... deg-degan sangat, galau sangat, dan takut sangat... Tidak seperti bayi tabung pertama yang cenderung cuek, kali ini aku lebih dagdigdug banget. Fyuhhh... pas ngetik ini aja, my heart skipped a beat. Payah ya. haha... Tapi, kalau tidak segera dicoba lagi, makin banyak waktu yang terbuang, ya kan?

Kami berdua sudah memutuskan untuk program bayi tabung di Mahkota Medical Centre Malaka dengan Dr Ahmad Saifuddin bin Ahmad Yahaya. Jadi, tanggal 10 Februari 2018 kemarin, kami pun berangkat ke Malaka. Persiapan alhamdulillah ga ada. Hahaha... ini aja kami masih hunting penginapan yang murah. Untuk sementara, kami menginap di Hotel Explorer dulu. Tiket pesawat juga booking lumayan dadakan. Alhamdulillah kami dapet tiket gratis Malaysia Airlines dari Papa Ti. Yay... horee... thak youuu papa ti mama ti... Oia, Ibu mertua juga bawain bekal sambal2an dan beberapa bahan makanan just in case kami mau masak. Secara kan kami bakal tinggal lumayan lama di Malaysia. Thank you bu...

Bismillahirrohmanirrohim... Ya Alloh... mudahkan dan lancarkan langkah kami... tenangkan hati kami... kabulkanlah permohonan kami... aamiin...


Pertama kali naik Malaysia Airlines, ternyata masih oke Garuda Indonesia ya. Yaiyalah harganya aja beda jauh. =p

Ga sempat foto2 pas naik pesawat, ngantuk bgt soalnya kwk 
KLIA 1
KLIA 1




Beli kartu perdana dulu biar bisa internetan

My Man

welcome Melacca

Semangat ya yg... =D



Hotel Explorer


view dari kamar

Jumat, 24 Maret 2017

Konsultasi ke Mahkota Medical Centre Malaka

Alhamdulillah Alloh memberikan kami kesempatan untuk pergi ke Malaka, Malaysia. Luar biasa jalan yang digariskan oleh Alloh. Hehe... Sampai sekarang masih ga nyangka... =D

Rencana awalnya, aku pengen berkonsultasi sama semua dokter yang ngehits di kalangan ibu2 TTC yang ada di Malaysia, mulai dari dr Devindran, dr Ng Peng Wah, dan dr Selva. Sebelum berangkat ke Malaysia, aku uda kepoin info tentang beliau2 tersebut, baik dari rumah sakit, lokasi, gaya konsultasi, dll. Aku juga uda hubungi rumah sakit dan sounding2 kalo mau ke sana. Ternyata tiap dokter punya kebijakannya masing-masing. Dr Devindran dan dr Ng tidak menentukan waktu tertentu untuk konsultasi pertama. Kita bisa datang kapan aja untuk konsultasi, tidak harus hari ke 2 haid. Dr Selva lain lagi. Beliau kayaknya menginginkan keseriusan/kesiapan sehingga mensyaratkan hari ke 2 haid jika akan berkonsultasi.

Setelah itung2 masa haid dan waktu kosong Papa Ti (beliau yang ajak kami ke Malaysia rame-rame sama keluarga beliau). Akhirnya, diputuskan tanggal 24 Februari kami ke sana. Aku pun menghubungi pihak perwakilan Mahkota Medical Jakarta Barat untuk menentukan jadwal konsultasi. Setelah cek dan ricek, ternyata di tanggal tersebut dr Selva pas lagi ada acara. Oh Noooooooooo. Aku kekeuh pengen tetep sama beliau n mengajukan hari sabtu aja gapapa asal sama dr Selva. Pihak sananya menolak. Si mas operator (dari perwakilan MMC Jakarta Barat) menasehati bahwa pasien baru mendingan jangan hari Sabtu karena Sabtu itu hari pendek. Aku pun menurut dan memutuskan untuk puter haluan ke dr Ahmad Saifuddin. Alhamdulillah dokternya available tanggal 24.

Tibalah saat yang ditunggu-tunggu, tanggal 23 kami berangkat dari Jakarta. Sesuai prediksi, alhamdulillah aku haid pada hari itu juga. Jadi tanggal 24 nya, pas hari ke 2 aku haid horeee. Sesuai dengan petunjuk mas operator (dari perwakilan MMC Jakarta Barat), aku dijadwalkan jam 8.30 datang ke lantai 2/3 (aku lupa) dan melakukan registrasi ulang. Setelah registrasi, kami ke ruangan dr Ahmad, bertemu suster beliau, dan bilang kalo kami pasien baru. Kami pasien no 3 (kalo ga salah ingat).

Tidak lama kemudian dr Ahmad datang. Semenit dua menit tiga menit dan waktu pun berlalu, tiba-tiba namaku dipanggil. Sebelum masuk uda nyusun apa yang mau diomongin, nyari2 bahasa inggrisnya, dll, tap pas uda ketemu si dokter, otak langsung buyar. hahaha. Wes lah pasrah. =p Kami disambut dengan senyuman, disalamin, dipersilakan duduk, dan ditanya-tanya. Well, surprisingly suasananya santai dan kami lancar-lancar aja ngobrol dengan bahasa campur aduk hahaha. Sesuai SOP, akupun di USG TV. Dokter mengobservasiku dan menjelaskan apa yang dilihatnya. Selanjutnya, aku diminta untuk tes hormon dan suami tes sperma. Nanti kami akan ketemu dr Ahmad lagi setelah hasil labnya keluar. Kami pun langsung menuju lab dan hasilnya keluar 2 jam kemudian. 

Yap, kami bertemu dengan dr Ahmad lagi sesuai jadwal (hehe, jangan bosen ya dok). Di pertemuan yang ke 2 ini, beliau menjelaskan dengan lebih detail ttg hasil observasi beliau dan tindak lanjut program sesuai dengan hasil lab kami. Kami pun manggut-manggut tanda paham, bukan tanda ngantuk yaa... Acara konsultasi berlangsung dengan suksesnya dan kami pun pulang dengan raut muka puas =p.

So, kesimpulannya tetep, kami harus IVF. Kenapa? karena kami sudah menikah lebih dari 4 tahun tapi belum hamidun juga. 

Biaya total : sekitar sejutaan (ini uda termasuk pendaftaran, tes hormon, tes sperma, dan konsultasi dokter) ====> lebih murah dibandingkan di Jakarta. 

Kesan: Rumah sakitnya Oke, lingkungan tenang, dokternya oke dan lebih detail, harga perkiraan IVF sama dengan Klinik Ferina, overall bagus. Recommended jugaaa =D
Kekurangan: harus nyewa penginapan

Karena kami sudah klik dengan dr Ahmad, kami pun batal ke Penang untuk konsultasi dengan dr Ng dan dr Devindran.

Baca postinganku tentang proses bayi tabung di MMC ya =D

MMC Melacca

lingkungan sekitar

ada sevel, tapi ga segede sevel2 yang ada di Indo

MMC lagi

burung gagak di mana2

eh Mama Ti muncul

apartemen Mahkota, ada dapurnya
 

tempat tidurnya

view dr kamar

Melacca river

Sungai Melaka

Kamis, 23 Maret 2017

Konsultasi ke Klinik Ferina Surabaya

Pagi ini benar-benar indah dan menyenangkan. Setelah senam pagi dan makan bakso, iseng-iseng buka blog daaan.... wah... ternyata sudah lama banget aku ga ngeblog. Waktu liat-liat komen di blog, beberapa visitor masih menanyakan tentang program TTC, terutama tentang biayanya. Hm... hm.... sebenarnya beberapa minggu yang lalu, aku shopping dokter lagi. Kali ini memang diniatkan mencari yang klik karena pengen segera program. Kebetulan suami ada undangan nikah di Jombang, jadi sekalian lah kami berkunjung ke Ferina.

Sebelum ke Ferina, aku sempetin buat nelpon dan tanya2 tentang jadwal dokter, perkiraan biaya, kapan sebaiknya kesana, dll. Ini penting banget loh biar ga kecele pas kesana. Pelayanan telepon dan informasi ferina sangat memuaskan, mereka ramah, sabar, dan informatif. Good job manajemen Ferina!! =D

Karena tujuan utama ke Surabaya adalah untuk kondangan, maka aku ke sana nya ga bisa pas hari ke 2 haid. Padahal pas hari ke 2 haid tuh saat terbaik untuk observasi rahim kalau mau bayi tabung. Syedih karena impactnya aku ga bisa apple to apple bandingin rekomendasi dr. Aucky dan dr. Ahmad Saifuddin bin Ahmad Yahya (dokter Mahkota Medical Center Malaka).

Untuk periksa ke Ferina, kita harus datang jam 3 sore untuk ambil nomer antrian. Setelah itu, kita akan dijelaskan oleh suster kapan harus stand by di rumah sakit. Waktu itu aku dikasih jadwal sekitar abis maghrib (kalo ga salah ingat). Jadi, setelah ambil nomer dan registrasi untuk pasien baru, kita akan dijelaskan kapan harus ada di rumah sakit, direkomendasikan penginapan/kosan yang oke, dan diperbolehkan untuk jalan-jalan dulu di Surabaya sembari menunggu giliran.

Menjelang maghrib, kita sudah duduk manis di rumah sakit sambil menunggu nomer kita dipanggil. setelah nunggu kira2 setengah jam, nomor kita muncul di monitor dan nama kita dipanggil. Akhirnya bertemulah kami dengan dr Aucky yang termasyur itu. hehe... Dokternya ramah dan informatif. Dokter aucky bilang, karena kami ga langsung mau program, maka cek2 segala macamnya nanti aja H+2 mens pas mau program, biar ga buang-buang uang.

Well... overall klinik Ferina adalah klinik IVF terbaik yang pernah kami kunjungi di Indonesia. Susternya ramah, lingkungannya enak, gedungnya bersih dan baru, pelayanannya bagus, dan dokternya oke. Langsung deh aku jatuh hati sama Ferina. Recommended. =D 

Biaya : sekitar 200.000
Tlp Ferina : (031) 5057557

Kelanjutan promilku bisa klik di sini
penampakan Ferina klik link di bawah

Video Ferina
Foto Ferina 

Ads Inside Post