Senin, 28 Agustus 2017

Gunting Jahit/Gunting Kain


Gunting kain, gunting kertas, dan cekris

gunting kain yg terbuat dari besi

Gunting digunakan untuk memotong, baik untuk memotong kain ataupun kertas. Gunting ini penting banget karena bakal kita pake terus selama menyelesaikan proyek jahit-menjahit. Agar gunting awet dan tidak cepat tumpul, akan lebih baik jika kita punya gunting sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misal: gunting kain digunakan khusus untuk memotong kain, jangan dipake untuk selain kain. Fyi, gunting kain harus tajam ya supaya saat memotong kain smooth/tidak tersendat-sendat dan hasilnya rapi.

Aku punya 3 gunting:
1. Gunting untuk memotong kain
2.
Gunting untuk memotong kertas/pola
3.
Gunting untuk finishing/potong benang, ukurannya pilih yang kecil aja

Tips beli gunting:
1. Yg nyaman pas kita pake, tidak terlalu berat dan tidak terlalu besar
2. Mahal belum tentu nyaman dipakai



Pengalaman kemarin pas pertama kali beli gunting, aku maunya langsung yg paling bagus n paling mahal. Eh, ternyata yang paling mahal malah yang paling berat (karena terbuat dari besi). Trus cepat berkarat karena aku ga rawat dengan baik. 😷 Pas pembelian kedua, aku maunya yang paling besar, dan ternyata ga cucok doong dengan tangan aku yang kecil hiks. 😢


Jadi, kalo beli gunting yang penting nyaman dipakai ya, ga harus mahal....
😊



Di bawah ini beberapa contoh gunting jahit/gunting kain yang bisa kamu beli:

Gunting cekris ini ga wajib untuk dibeli. Kegunaannya untuk finishing dan merapikan benang yang terjuntai2 di baju setelah kita jahit. Personally, Aku lebih suka memakai gunting kecil untuk fungsi ini daripada cekris.

Gunting ini sepenuhnya digunakan untuk memotong kain. Bisa kita lihat, body gunting ini tidak sepenuhnya terbuat dari besi/stainless steel. So, dipegangnya jadi lebih ringan. Nah... favoritku yang model ini. Psst... harganya juga murah. Kalau mau pesen bisa hubungi aku yaa #promosi

Gunting ini juga untuk memtotong kain. Terbuat dari full besi/stainless steel. Paling mahal, tapi beraattss... Oia, kalau mutusin untuk beli yang model ini, kamu harus rajin ngerawatnya. Sayang kalau karatan. =D


Last but not least. Kamu harus punya gunting kertas untuk memotong pola.

Sebagian foto di atas aku ambil dari google.
Pembahasan perlengkapan jahit lebih lengkap klik link di bawah ya
Perlengkapan Jahit Dasar
atau cek instagram @belajarjahitbaju
semoga bermanfaat... =D

Minggu, 27 Agustus 2017

Peralatan Jahit (Sewing Tools) I

Informasi pertama yang bakal aku bahas mending tentang hal yang lucu-lucu dan ga pusing dulu ya. Kita bahas tentang alat jahit aja. Menurut pengalamanku, kalo pertama kali belajar sudah langsung belajar pola, otak biasanya defensive gitu bayangin itung2an yg bikin mabok. 😆


So, apa itu #alatjahit? Alat jahit adalah printilan2 n alat2 yang kita butuhkan untuk menjahit (oke, pengertian ini random banget, aku ngarang aja loh ini 😂). Tanpa alat jahit, it's impossible for us to sew. Jadi, alat jahit penting banggget buat kita koleksi punya.

Alat jahit ga pricey alias murah. Bentuknya juga lucu2 dan warna-warni. Kalo kita pergi ke toko peralatan jahit, dijamin bakal laper mata. 😆😎


Gambar di bawah adalah beberapa contoh #alatjahit yang wajib kita punya. Di post selanjutnya, aku akan bahas tentang salah satu alat jahit yang dahsyat banget kegunaannya... So stay tune y.... 😘



This pic's taken from katesew
instagram

Kamis, 24 Agustus 2017

Kenapa Belajar Menjahit?

Buat orang yang ga bisa diem kaya aku, ngerti sedikit tentang crafting tuh membantu banget untuk menambah kerjaan yang bisa kukerjain kalau kurang kerjaan (nah loh bacanya pusing ga... =p). Sebenarnya, aku belum paham banyak tentang jahit menjahit. Tapiii... aku bertekad banget niii untuk improve skill-ku meskipun dengan project yang simple2 dulu.

Kenapa belajar jahit? Personally, I want to make my own clothes. Kadang kan kita liat baju2 di internet cakep2, sayangnya baju2 itu ga dijual di mall2 atau online shop di sekitar kita. Atau baju2 tadi harganya mahal n kayaknya ga worth gitu kalo dijual dengan harga jutaan rupiah. 


Selain alasan di atas, aku punya habit make kaos yang longgar dan adem (secara kan Indonesia panas dan lembab). Jadi, aku hobi banget tuh hunting kaos2 longgar/loose di internet atau di mall. Meskipun uda berkali-kali beli, bahannya belum ada yg adem karena kebanyakan terbuat dari spandex. Kalo aku uda bisa jahit, aku pengen jahit kaos sendiri sesuai dengan yang aku pengen. Simple kan alasannya? =D

So, yuk mulai belajar menjahit...

Di post-post selanjutnya aku akan membagi informasi tentang jahit-menjahit yaaa....

Rabu, 19 Juli 2017

Prosedur Pengajuan Cuti di Luar Tanggungan Negara

Awal tahun sampai dengan bulan Juni kemarin, bagianku lagi sibuk2nya mengurusi Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Madya. Alhamdulillah semua sudah selesai... yay... Sekarang lagi lowong2nya nih kerjaan... Makanya ada banyak waktu buat iseng. 

Kebetulan banget, kemarin2 ada temen yang nanya tentang Prosedur Pengajuan Cuti di Luar Tanggungan Negara. Sebenernya, aku kurang paham tentang prosedur pengajuan CLTN. Tapi demi temen yang nanya, akhirnya aku cari aturannya n nanya2 prosedur CLTN ke Pak Taryo. Setelah terkumpul informasi, kok ya muncul hasrat untuk mendokumentasikan prosedur pengajuan CLTN pake canva. Itung2 sekalian latihan membuat infografis. So, taraaa... inilah hasilnya... not bad kan ya? 

Semoga bermanfaat <3




Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN)

Surat Permohonan CLTN
Surat Permohonan Perpanjangan CLTN
Formulir Permohonan CLTN BPKP
Berkas yang Dibutuhkan

Jumat, 24 Maret 2017

Konsultasi ke Mahkota Medical Centre Malaka

Alhamdulillah Alloh memberikan kami kesempatan untuk pergi ke Malaka, Malaysia. Luar biasa jalan yang digariskan oleh Alloh. Hehe... Sampai sekarang masih ga nyangka... =D

Rencana awalnya, aku pengen berkonsultasi sama semua dokter yang ngehits di kalangan ibu2 TTC yang ada di Malaysia, mulai dari dr Devindran, dr Ng Peng Wah, dan dr Selva. Sebelum berangkat ke Malaysia, aku uda kepoin info tentang beliau2 tersebut, baik dari rumah sakit, lokasi, gaya konsultasi, dll. Aku juga uda hubungi rumah sakit dan sounding2 kalo mau ke sana. Ternyata tiap dokter punya kebijakannya masing-masing. Dr Devindran dan dr Ng tidak menentukan waktu tertentu untuk konsultasi pertama. Kita bisa datang kapan aja untuk konsultasi, tidak harus hari ke 2 haid. Dr Selva lain lagi. Beliau kayaknya menginginkan keseriusan/kesiapan sehingga mensyaratkan hari ke 2 haid jika akan berkonsultasi.

Setelah itung2 masa haid dan waktu kosong Papa Ti (beliau yang ajak kami ke Malaysia rame-rame sama keluarga beliau). Akhirnya, diputuskan tanggal 24 Februari kami ke sana. Aku pun menghubungi pihak perwakilan Mahkota Medical Jakarta Barat untuk menentukan jadwal konsultasi. Setelah cek dan ricek, ternyata di tanggal tersebut dr Selva pas lagi ada acara. Oh Noooooooooo. Aku kekeuh pengen tetep sama beliau n mengajukan hari sabtu aja gapapa asal sama dr Selva. Pihak sananya menolak. Si mas operator (dari perwakilan MMC Jakarta Barat) menasehati bahwa pasien baru mendingan jangan hari Sabtu karena Sabtu itu hari pendek. Aku pun menurut dan memutuskan untuk puter haluan ke dr Ahmad Saifuddin. Alhamdulillah dokternya available tanggal 24.

Tibalah saat yang ditunggu-tunggu, tanggal 23 kami berangkat dari Jakarta. Sesuai prediksi, alhamdulillah aku haid pada hari itu juga. Jadi tanggal 24 nya, pas hari ke 2 aku haid horeee. Sesuai dengan petunjuk mas operator (dari perwakilan MMC Jakarta Barat), aku dijadwalkan jam 8.30 datang ke lantai 2/3 (aku lupa) dan melakukan registrasi ulang. Setelah registrasi, kami ke ruangan dr Ahmad, bertemu suster beliau, dan bilang kalo kami pasien baru. Kami pasien no 3 (kalo ga salah ingat).

Tidak lama kemudian dr Ahmad datang. Semenit dua menit tiga menit dan waktu pun berlalu, tiba-tiba namaku dipanggil. Sebelum masuk uda nyusun apa yang mau diomongin, nyari2 bahasa inggrisnya, dll, tap pas uda ketemu si dokter, otak langsung buyar. hahaha. Wes lah pasrah. =p Kami disambut dengan senyuman, disalamin, dipersilakan duduk, dan ditanya-tanya. Well, surprisingly suasananya santai dan kami lancar-lancar aja ngobrol dengan bahasa campur aduk hahaha. Sesuai SOP, akupun di USG TV. Dokter mengobservasiku dan menjelaskan apa yang dilihatnya. Selanjutnya, aku diminta untuk tes hormon dan suami tes sperma. Nanti kami akan ketemu dr Ahmad lagi setelah hasil labnya keluar. Kami pun langsung menuju lab dan hasilnya keluar 2 jam kemudian. 

Yap, kami bertemu dengan dr Ahmad lagi sesuai jadwal (hehe, jangan bosen ya dok). Di pertemuan yang ke 2 ini, beliau menjelaskan dengan lebih detail ttg hasil observasi beliau dan tindak lanjut program sesuai dengan hasil lab kami. Kami pun manggut-manggut tanda paham, bukan tanda ngantuk yaa... Acara konsultasi berlangsung dengan suksesnya dan kami pun pulang dengan raut muka puas =p.

So, kesimpulannya tetep, kami harus IVF. Kenapa? karena kami sudah menikah lebih dari 4 tahun tapi belum hamidun juga. 

Biaya total : sekitar sejutaan (ini uda termasuk pendaftaran, tes hormon, tes sperma, dan konsultasi dokter) ====> lebih murah dibandingkan di Jakarta. 

Kesan: Rumah sakitnya Oke, lingkungan tenang, dokternya oke dan lebih detail, harga perkiraan IVF sama dengan Klinik Ferina, overall bagus. Recommended jugaaa =D
Kekurangan: harus nyewa penginapan

Karena kami sudah klik dengan dr Ahmad, kami pun batal ke Penang untuk konsultasi dengan dr Ng dan dr Devindran.

Baca postinganku tentang proses bayi tabung di MMC ya =D

MMC Melacca

lingkungan sekitar

ada sevel, tapi ga segede sevel2 yang ada di Indo

MMC lagi

burung gagak di mana2

eh Mama Ti muncul

apartemen Mahkota, ada dapurnya
 

tempat tidurnya

view dr kamar

Melacca river

Sungai Melaka

Kamis, 23 Maret 2017

Konsultasi ke Klinik Ferina Surabaya

Pagi ini benar-benar indah dan menyenangkan. Setelah senam pagi dan makan bakso, iseng-iseng buka blog daaan.... wah... ternyata sudah lama banget aku ga ngeblog. Waktu liat-liat komen di blog, beberapa visitor masih menanyakan tentang program TTC, terutama tentang biayanya. Hm... hm.... sebenarnya beberapa minggu yang lalu, aku shopping dokter lagi. Kali ini memang diniatkan mencari yang klik karena pengen segera program. Kebetulan suami ada undangan nikah di Jombang, jadi sekalian lah kami berkunjung ke Ferina.

Sebelum ke Ferina, aku sempetin buat nelpon dan tanya2 tentang jadwal dokter, perkiraan biaya, kapan sebaiknya kesana, dll. Ini penting banget loh biar ga kecele pas kesana. Pelayanan telepon dan informasi ferina sangat memuaskan, mereka ramah, sabar, dan informatif. Good job manajemen Ferina!! =D

Karena tujuan utama ke Surabaya adalah untuk kondangan, maka aku ke sana nya ga bisa pas hari ke 2 haid. Padahal pas hari ke 2 haid tuh saat terbaik untuk observasi rahim kalau mau bayi tabung. Syedih karena impactnya aku ga bisa apple to apple bandingin rekomendasi dr. Aucky dan dr. Ahmad Saifuddin bin Ahmad Yahya (dokter Mahkota Medical Center Malaka).

Untuk periksa ke Ferina, kita harus datang jam 3 sore untuk ambil nomer antrian. Setelah itu, kita akan dijelaskan oleh suster kapan harus stand by di rumah sakit. Waktu itu aku dikasih jadwal sekitar abis maghrib (kalo ga salah ingat). Jadi, setelah ambil nomer dan registrasi untuk pasien baru, kita akan dijelaskan kapan harus ada di rumah sakit, direkomendasikan penginapan/kosan yang oke, dan diperbolehkan untuk jalan-jalan dulu di Surabaya sembari menunggu giliran.

Menjelang maghrib, kita sudah duduk manis di rumah sakit sambil menunggu nomer kita dipanggil. setelah nunggu kira2 setengah jam, nomor kita muncul di monitor dan nama kita dipanggil. Akhirnya bertemulah kami dengan dr Aucky yang termasyur itu. hehe... Dokternya ramah dan informatif. Dokter aucky bilang, karena kami ga langsung mau program, maka cek2 segala macamnya nanti aja H+2 mens pas mau program, biar ga buang-buang uang.

Well... overall klinik Ferina adalah klinik IVF terbaik yang pernah kami kunjungi di Indonesia. Susternya ramah, lingkungannya enak, gedungnya bersih dan baru, pelayanannya bagus, dan dokternya oke. Langsung deh aku jatuh hati sama Ferina. Recommended. =D 

Biaya : sekitar 200.000
Tlp Ferina : (031) 5057557

Kelanjutan promilku bisa klik di sini
penampakan Ferina klik link di bawah

Video Ferina
Foto Ferina 

Jumat, 25 November 2016

Reviu Kursus Jahit Princess

Waaaa... sudah lama sekali blog ini aku cuekin... kemarin-kemarin memang ada hal yang sakses gawe aku galau dan otak bampet, jadi ga mood buat ngapa2in *sad. My mind was severely filled with negativity. If I have to make a conclusion about what I've been through recently, these sentences pretty much sum up everything:

Negativity kills creativity. No creativity no productivity. Human with no productivity equals to zombie.

Yes, I were Zombie a couple of weeks ago *crycrycry.

But now, I found my spirit back yaay!!! Kenapa aku bisa semangat lagi? karena aku memutukan untuk fokus ke hal-hal yang membuatku bahagia. Pikiran negatif tuh cuma bikin capek... ga ada bagusnya... hehe...


Salah satu hal yang selalu bisa membuat aku bahagia adalah hal tentang jahit-menjahit dan per-baju-an. Aku selalu suka melihat kain yang warna-warni dengan berbagai motif dan model baju yang unik-unik. Ini bukan baru2 saja, seingetku dari kecil (SD kayaknya) aku sudah membuat baju boneka barbieku sendiri. Bahannya dari kaos dalam (singlet) bekas dan sisa-sisa kain jahitan milik Bu Dhe Sri. Dulu sedang musim banget film-film dewa-dewi Cina semacam Kera Sakti. Jadi, baju-baju barbie yang kubuat terinspirasi dari kostum-kostum mereka. Oia, aku juga berjasil membuat rok sepan dan kemeja (kalo ga salah inget), keren kan? Ya ampun... aku lucu banget pasti yaa pas masih kecil dulu... =p 

So, hasrat yang terpendam itu harus kusalurkan. SEKARANG. Sekalian untuk pengalihan fokus ke hal2 positif. Pas lagi bingung cari tempat kursus, Alhamdulillah aku ketemu Mba Ani. Beliau merekomendasikanku untuk kursus jahit di tempat kursusnya dulu. Bonusnyaaa.... tempat kursus Mba Ani ga jauh dari kantor. Huhuuu... seneng banget... The timing is just perfect!! pas banget lagi ga banyak kerjaan di kantor, pas banget lagi akhir tahun jadi atasan-atasan sering ke luar kota (yg artinya, I'm freeee yay!!), pas tempatnya deket sama kantor, pas bisa bayar dengan dicicil, dan paaasss banget gurunya baik-baik. Baru dua kali masuk si, but so far It's fun. Dulu pernah ikut kursus di tempat lain, tapi kurang oke menurutku. Di tempat kursus jahitku yang lama, muridnya kebanyakan, ga ada AC, pas mau make mesin harus antri, dan tempatnya agak jauh dari kantor. Nilai plusnya cuma satu, biayanya jauh lebih murah.

Aku mau merekomendasikan tempat kursus jahitku yang baru nih, siapa tahu ada yang berminat untuk daftar. Nama tempat kursus jahitku: Kursus Jahit Princess punya Ibu Merry. Alamatnya di Jalan Galur Sari IX Nomor 12 Depan Balai Rakyat Kecamatan Matraman Jakarta Timur. Kalau ada yang berminat hubungi aja Ibunya ke 081289839790. Enak loh tempatnya ber-AC, jadi kita betah dan ga kegerahan.


Peralatan Jahit


Biaya Kursus


Minggu, 18 September 2016

MENTORING PEGAWAI

Oke... setelah bertemu Mas Bella... saya di-challenge untuk menulis hal yang menurut beliau sangat dibutuhkan oleh organisasi dan impactnya bisa besar. Hal apakah itu? tetotetot... MENTORING!!! yay...That's exactly the thing I want to learn more...

took this picture from Google

Sebenarnya, saya memang sudah sejak lama concern dengan sistem onboarding organisasi saya. Saya merasa dulu sebagai fresh graduate yang tidak tau menau tentang audit, benar-benar blank saat pertama kali turun ke lapangan. Sebagai seseorang yang learning by doing, diklat-diklat sepertinya hanya menyumbang sebesar 5% saja terhadap pengetahuan dan keterampilan saya. Dulu saya sangat apatis. I did't even know or care about my organization. well. That's bad. I was practically a robot back then. I'm a different person now of course. 

Menurut saya, masa onboarding tuh penting banget. Ibaratnya manusia, onboarding adalah masa kanak-kanak, masa keemasan. Dalam masa ini, pegawai harus disambut dengan hangat, ditanam dengan mind set yang bagus, karakter yang oke, pembekalan tentang organisasi, apa tujuan organisasi, apa yang diharapkan organisasi dari pegawai, dll. Masa ini adalah masa dimana organisasi bisa membrainwash pegawai barunya yang masih lugu-lugu. So, as a manager, u better don't loose you chance to do the brainwash and make the employee's heart yours!!

Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam onboarding adalah dengan mentoring. Dengan adanya mentor, pegawai baru akan memiliki seseorang yang bisa mereka andalkan, tempat mereka bertanya, tempat mereka belajar, dll.  Saya kali ini baru mengartikan tulisannya Tammy D. Allen dan Mark L. Poteet. Awalnya hanya membuat rangkuman saja sih sambil baca-baca. Namun, setelah dipikir-pikir kok ya sayang banget kalau tulisan mereka tidak dishare sekalian. So, buat yang tertarik tentang formal dan informal mentoring, silakan dibaca yaaa....


Developing Effective Mentoring Relationships: Strategies From the Mentor’s Viewpoint
oleh Tammy D. Allen dan Mark L. Poteet


Mentoring telah banyak digunakan perusahaan sebagai salah satu sarana pembinaan, pembelajaran, dan pengembangan karyawan. Sampai saat ini, masih sedikit tulisan yang membahas mentoring yang dilihat dari sudut pandang mentor. Tulisan ini menyajikan hasil dari penelitian kualitatif yang memeriksa karakteristik ideal yang harus dimiliki oleh mentor dan hal yang harus dilakukan mentor ataupun protégé agar hubungan mentoring mereka berjalan efektif. 

Topik tentang mentoring telah banyak mendapat perhatian dalam literature pengembangan karir di beberapa tahun belakangan. Mentoring merupakan sebuah hubungan antara dua individu, biasanya pegawai senior dan junior, dimana senior memposisikan si junior dibawah perhatian/asuhan/monitornya untuk mengajari si junior pekerjaannya, mengenalkan si junior mengenai kontrak kerja, mengorientasikan si junior pada industri dan organisasi, dan membahas isu sosial ataupun personal yang bisa timbul pada pekerjaan (Kram, 1985).

Hubungan mentoring ini dibedakan dari hubungan-hubungan organizational yang lain (supervisor-subordinate). Di dalam hubungan mentoring, individu yang terlibat bisa bekerja secara formal ataupun informal.  Hubungan ini tidak dikukuhkan oleh organisasi secara khusus. Hubungan ini biasanya bertahan lebih lama dari sebagian besar hubungan organisational. Isu-isu yang sering dibahas saat hubungan itu berlangsung, bisa termasuk isu-isu di luar pekerjaan. Selain itu, ikatan antara mentor dan portege biasanya lebih dekat dan lebih kuat daripada hubungan organizational yang lain. (Hunt & Michael, 1983; Philips-Jones, 1982)

Sudah hampir dipastikan bahwa hubungan mentoring ini menawarkan sejumlah benefit karir yang penting kepada protégé, misalnya, individu yang memiliki mentor dilaporkan memiliki level kompensasi, kepuasan kerja dan kemajuan karir yang lebih tinggi. Di era yang dinamis dan penuh dengan turbulensi bisnis seperti sekarang, mentoring sangat diperlukan untuk mem-boost up perkembangan kemampuan individu dan memberikan pembelajaran bagi pegawai. Organisasi harus bisa terus beradaptasi, tumbuh dan berkembang sehingga organisasi harus selalu memberikan pembelajaran bagi pegawainya. Dengan mengambil manfaat mentoring melalui competitive advantage human and intellectual capital, banyak organisasi yang menerapkan formal mentoring sebagai metode untuk melakukan pembinaan pengembangan karir.

Nah, karena banyaknya organsiasi yang menerapkan program ini, diperlukanlah manajemen yang efektif untuk menerapkannya. Ragins dan Cotton (in press) mengarisbawahi bahwa proram ini diimplementasikan tanpa dasar ataupun arahan dari penelitian empiris.  Memang sih, implementasi yang begitu cepat dari program mentoring bisa jadi merepresentasikan situasi dimana praktik telah melampaui penelitian empiris. Seringnya organisasi tidak mengantisipasi atau memahami tantangan terkait program formal mentoring.

Riset yang terbatas telah membandingkan formal dan informal mentoring. Hasilnya mengindikasikan bahwa dua hal tersebut berbeda, terutama dalam hal output yang dihasilkan. Chao, Walz, dan Gardner (1992) menemukan bahwa porteges dalam hubungan formal mentoring dilaporkan menerima dukungan terkait karir yang lebih sedikit dari mentor mereka jika dibandingkan dengan porteges di dalam hubungan informal mentoring. Fagenson-Eland, Marks, dan Amendola (1997) menemukan hasil yang berbeda dengan Chao et al. Secara spesifik, mereka menemukan bahwa porteges merasakan psychosocial mentoring yang lebih besar dalam informal mentorship daripada  porteges dalam formal mentorships, namun demikian tidak ada perbedaan di career-related mentoring. Sebagai tambahan, Ragns dan Cotton (in press) menemukan bahwa proteges dalam informal mentoring merasakan bahwa mentor mereka lebih efektif dan mereka menerima kompensasi yang lebih besar daripada porteges di formal mentorship.

Ragins dan Cotton menawarkan beberapa penjelasan kenapa hasil dari informal dan formal mentorship berbeda. Pertama, tidak biasa seorang mentor menominasikan dirinya sendiri untuk menjadi mentor dalam formal program. Mungkin saja orang yang ditunjuk untuk menjadi mentor memiliki kemampuan yang masih kurang dalam hal komunikasi ataupun coaching untuk menyelenggarakan mentoring yang efektif. Keefektifan formal mentorship mungkin bergantung pada karakteristik individual mentor yang berpartisipasi dalam program tersebut. Alasan lain kenapa formal mentoring tidak mencapai potensinya adalah pihak yang ikut program tidak tahu bagaimana cara mengambil manfaat maksimal yang bisa didapat dari program mentorship, khususnya para protégé. Protégé merupakan orang yang tergolong masih baru dalam suatu organsiasi. Bisa dibilang, mereka baru meniti karir. Hal tersebut membuat mereka memiliki pengetahuan yang lebih sedikit tentang bagaimana caranya mengambil manfaat semaksimal mungkin dalam suatu developmental relationship. 

Dalam penelitiannya tentang formal mentorships, Fagenson-Eland et al. (1997) menemukan bahwa proteges yang lebih berpengalaman lebih banyak menerima manfaat mentoring daripada porteges yang kurang berpengalaman. Penulis mengusulkan mungkin saja hal tersebut terjadi karena porteges yang lebih berpengalaman memiliki skill yang lebih mumpuni dalam mengambil manfaat yang bisa diberikan oleh mentor. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman terkait mentoring relationship dalam 2 cara.

  1. Kita akan mempersepsikan karakteristik ideal seorang mentor.
  2. Kita akan mengupas tuntas apa sih yang proteges dan mentor bisa lakukan untuk menghasilkan hubungan mentoring yang efektif.
“Mentors are individual who have guided, sponsored, or otherwise had a positive and significant influence on the professional career development of another employee.”

Setelah dilakukan penelitian, berikut adalah karakter ideal seorang mentor:
1.            Listening and communication skills
2.            Patience
3.            Knowledge of organization and industry
4.            Ability to read and understand others
5.            Honest/trustworthy
6.            Genuine interest/self-motivation
7.            People oriented
8.            Structure/vision
9.            Common sense
10.          Self-confidence
11.          Open to suggestions
12.          Willing to share information
13.          Leadership qualities
14.          Allows protégé to learn on own
15.          Versatility/flexibility
16.          Has respect of others
17.          Provides reasonable goals
18.          Ability to teach
19.          Willingness to give feedback
20.          Fairness/objectivity

Results of Content Analysis for Making Most Out of Relationship
1.            Establish an open communication system with reciprocal feedback
2.            Set standards, goals, and expectations
3.            Trust
4.            Care for and enjoy each other allow mistakes
5.            Take training programs
6.            Willing participation
7.            Be flexible
8.            Be open and comfortable
9.            Consider constraints to mentoring
10.          Learn from others
11.          Work on common tasks

Penelitian dimana karakter mentor dinilai dan kemudian dikorelasikan dengan laporan protégé tentang manfaat yang didapat dari mentoring relationship akan sangat berguna. Tipe data ini akan menyediakan informasi yang lebih final terkait hubungan karakter mentor dengan outcome program mentoring yang dihasilkan.

Organisasi bisa menyeleksi mentor dengan karakteristik di atas, setelah itu calon mentor terpilih akan diberi pelatihan (sharing skill, experience, ability, or knowledge deficiencies). Organisasi akan rekrut dan seleksi potential mentor.

Mentor? someone who clicks me, hihi

Manfaat menggunakan pendekatan yang terstandardisasi untuk menilai karakteristik dan kemampuan potential mentor are multifaceted. Pertama, dengan fokus pada rekrutmen dan seleksi (hanya mengambil calon mentor yang memenuhi karakteristik), organisasi bisa mneghindari konsekuensi negative yang potensial bakal terjadi dari sebuah hubungan mentorship yang tidak efektif. Jika terdapat karakter mentor yang masih kurang, bisa dilakukan training untuk memperbaiki kekurangan itu. Selain itu, organisasi juga bisa membentuk mentoring support groups, yang mengadakan pertemuan di regular basis dan membahas hal-hal tertentu, terutama hal-hal dimana mentor masih kurang menguasai. Bisa juga grup itu digunakan untuk memecahkan masalah bersama dan sebagai sarana untuk memperbaiki satu sama lain. Selain itu, cara lain yang bisa digunakan adalah dengan merotasi protégé ke mentor yang berbeda. Hal ini dilakukan agar protégé mendapat ilmu yang hanya bisa didapat di mentor tertentu. 

Hal lain yang berperan agar mentoring bisa memberikan manfaat maksimal adalah dengan trust, open communication, dan setting standard and expectations. Cara yang bisa dilakukan oleh organisasi adalah denagn mengadakan team bulding programs, misal dengan role playing dll.

Terdapat dua pendapat yang berseberangan terkait formal dan informal mentoring. Praktisi dan peneliti merasa dengan menformalkan mentoring akan lebih baik karena akan meningkatkan keefektifan individu dan organisasi, tetapi justru partisipan dalam penelitian beranggapan bahwa jika diformalkan makan justru program ini akan menghadapi kegagalan. Namun demikian, riset mengindikasikan bahwa baik mentoring formal ataupun informal lebih baik daripada tidak ada mentoring sama sekali. (Caho et al, 1992; Fagan 1988; Noe 1988).

the benefit for the organization? many!!

Ads Inside Post