Senin, 22 Agustus 2016

Kunjungan Perdana ke RSIA Gladiool Magelang

Ternyata sharing di blog tuh banyak sekali manfaatnya. Kemarin saya direkomendasikan untuk Bayi Tabung di RSIA Gladiool Magelang oleh salah seorang teman di internet yang nyasar ke blog saya (alin). Saya dan suami pun langsung ke TKP dan membuat appointment dengan dr Yunita SpOg. Kami kesana mengandalkan Gmap, jadi waktu sampai di sana, kami agak terheran-heran karena letak rumah sakit ini seperti di dalam komplek perumahan. Bangunannya juga seperti klinik biasa. Sangat berbeda dengan Morula IVF. Biasa banget pokoknya. Namun, kalau dilihat dari segi lingkungannya, wow, kami takjub. Udara yang adem, lingkungan yang asri, dan kota yang ayem. Sepertinya akan cocok sekali untuk program Bayi Tabung yang mana pasien harus stress-free.

Kami mendapat nomor urut 1 dan diberitahu bahwa jam 7-7.30 pm diramalkan (=p) dokter sudah datang. Karena kami sampai jam 6an, kami pun memutuskan untuk ke alun-alun kota terlebih dahulu untuk mencari makanan khas Magelang sekalian jalan-jalan. kami pun ter-wow sekali lagi. Kotanya enak banget. Kalem, adem, ayem, dan tentrem. Enaknyaaaa liat suasana kota yang seperti ini. Setelah makan (yang terburu-buru banget), kami pun langsung menuju rumah sakit. Sempat masih nunggu si di sana karena katanya dokternya terkena macet. Sekitar jam 8an pun dokter datang. ternyata dr Yunita masih muda banget. Orangnya ramah. Cantik. Jelasinnya lengkap. Mau dengerin kami cerita ngalor ngidul. Fleksibel. Murah senyum. Pokoknya kami puas konsultasi di sana.

Biaya dokter, USG, dll sekitar 400.000 
Obat sekitar 200.000

To do list:
1. minta histori hasil cek hormon dari Prodia
2. konsultasi via WA
3. cek sperma ulang

mini album buat tempat print2an hasil USG

lucu ya

Pengalaman Wawancara Beasiswa LPDP

Mumpung masih fresh dan belum lupa-lupa amat, saya ingin berbagi pengalaman seleksi wawancara LPDP saya yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2016. Kemarin saya mendapat jadwal jam 11 pagi, tetapi mungkin karena wawancara peserta sebelum saya memakan waktu lama, jadwal saya diundur menjadi jam 1 siang. Saya datang sekitar jam 9 pagi dan diantar oleh suami saya, tetapi beliau harus lanjut ke Jakarta Pusat karena ada urusan. Saat itu rasanya deg-degan sekali. Meskipun saya sudah mempersiapkan diri dengan membaca essay dan menyiapkan apa saja yang akan saya bahas saat wawancara, ternyata praktiknya ancur... huhuuuu... heran, yg saya latih malah tidak saya katakan saat wawancara. Parahnya, wawancara jadi ngalor-ngidul membahas pengalaman hidup dan rencana masa depan. 

Parkiran Student Center STAN
Saat nama saya dipanggil, saya langsung masuk ke gedung Student Center STAN, lapor kepada petugas, dan kemudian saya darahkan ke meja yang harus saya datangi. Saya kemudian menghampiri meja 11 dan bertemu dengan tiga interviewer yang ramah. Sebelah kiri saya adalah seorang bapak yang masih terlihat muda dengan penampilan islami (Bapak A), di depan saya adalah seorang ibu dengan penampilan gaul dan ramah (Ibu B), dan sebelah kanan saya adalah seorang bapak yang sudah agak sepuh dan pertanyaannya paling bikin saya galau (Bapak C). Berikut adalah list pertanyaan yang beliau-beliau sampaikan:
  1. Perkenalan dengan menggunakan Bahasa Inggris
  2. Kenapa berkuliah di Universitas Indonesia
  3. Kenapa mengambil MM SDM
  4. Pengalaman terburuk
  5. Peran suami dalam mengatasi pengalaman terburuk
  6. Bagaimana mengatasi pengalaman terburuk
  7. Bagaimana adaptasi dengan lingkungan
  8. Bagaimana hubungan dengan rekan kerja
  9. Apakah pernah ada konflik dalam pekerjaan
  10. Pernah ada konflik dengan atasan?
  11. Bagaimana mengatasi konflik tersebut
  12. Apakah kamu tetap akan menjadi PNS?
  13. Contoh fraud yang pernah ditemui di lingkungan kerja
  14. Posisi dalam tim atau kepanitiaan?
  15. Organisasi sosial yang pernah diikuti?
  16. dll
Banyak sekali hal yang harusnya saya sampaikan tetapi malah tidak saya sampaikan. Sedih sekali. Wawancara kemarin begitu tidak terorganisir dan banyak hal yang di luar rencana malah ditanyakan.  Saat itu, saya malah seperti mengobrol dengan teman, tetapi dengan kata-kata yang kurang jelas. Arrgh... Selesai wawancara, Bapak A yang tadinya acting cool malah senyum dan bercanda dengan saya. Ibu B tetap ramah dan baik hati, berkata bahwa menyenangkan ngobrol dengan saya, dan menyemangati bahwa saya masih muda. Entah maksudnya apa T-T. Sedangkan Bapak C yang tadi begitu kritis dan banyak mengejar2 jawaban saya masih ramah dan senyum pada saya. Sebelum wawancara berakhir, saya berbalik dan menghadap Bapak A dan berkata "Mas (kok aku manggil mas ya?? heol), saya benar-benar mendapat persetujuan dari atasan saya loh untuk mengambil SDM", terus dia menjawab sambil tertawa "Kamu mencoba meyakinkan saya ya?" dia tertawa lagi. Saya membalasnya dengan senyuman. hehe. Kemudian, saya salamin para interviewer satu2, mengucapkan assalamualaikum, dan kembali melempar senyum. Kemudian mereka pun tersenyum kepada saya dan membalas walaikumsalam. Fyuuuhh... selesailah sesi wawancara hari itu dengan hasil yang tidak memuaskan karena banyak lubang di sana sini. 

Karena saya orangnya penasaranan, di rumah pun kemudian saya bahas dengan suami. Beliau bilang wawancara saya average, not special, dan bukan leader yg LPDP cari. huhuuuu.... sedih dan menohok, tapi begitulah suami saya. Sangat objektif meskipun itu dengan istri sendiri. Awalnya saya defensif, tetapi setelah saya resapi, ingat2, dan pikir, ternyata apa kata suami saya benar dan masuk akal. Beliau bilang, apapun hasilnya pasti ada hikmahnya. Beliau juga bilang kalaupun saya tidak lulus, ada pelajaran yang berharga yang saya bisa petik, yaitu masih ada PR di kantor yang harus saya selesaikan. =p

Saya merasa sudah berusaha sebaik mungkin, sekarang waktunya tawakal...

=D

edit: saya gagal... T-T
 
nostalgia jaman kuliah di STAN

sekarang STAN lebih hijau

cakeppp...
Tips:
1. persiapkan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang sering keluar (misal alasan mengambil jurusan, universitas, dll).
2. buat poin2 yang akan disampaikan di kertas, jadi sebelum masuk wawancara bisa dibaca dulu. Ini to make sure nanti ga bakal ada hal yang kelewatan buat diomongin di dalem.
3. Be honest.
4. practise makes perfect.
5. berdoa dan minta doa restu dr keluarga.
6. Pake baju yang bisa buat kamu merasa PD.

Selasa, 16 Agustus 2016

Program Bayi Tabung

Saya baru sadar ternyata sudah lama sekali saya tidak meng-update blog. Awalnya saya membuat blog ini untuk sharing mengenai perjalanan program kehamilan saya. Namun, karena bad news beruntun terjadi sejak akhir tahun kemarin, saya akhirnya nyungsep dan susah move on untuk beberapa saat. Now, I'm feeling so fine and happy and motivated and ready to rock the world. hehe

Bulan Februari is my first IVF attempt. Yea seperti biasa saya selalu penasaran dan excited tentang langkah apa saja yang akan saya lalui. Saya rasa saat itu saya sudah siap. Tetapi, Alloh berkehendak lain. Tes screening darah saya memperlihatkan hormon LH dan FSH yang tidak bagus. Ini menjadi sinyal bahwa jika IVF terus dilanjutkan, telur yang akan saya hasilkan tidak akan optimal baik kualitas dan kuantitasnya. Simpulan ini didukung oleh hasil USG TV yang menunjukkan bahwa untuk siklus bulan itu, saya hanya akan memproduksi 2 telur. Agar dokter mau melanjutkan proses IVF, paling tidak kita harus memiliki 5 telur saat hari ke 2 haid. So, my first IVF attempt was canceled.

this pic is not mine

Bulan Maret suami sudah harus kuliah lagi. Namun, entah bisikan dari mana kami tetap ngoyo harus segera melakukan IVF dan tidak boleh menunda waktu. Saat itu, jujur saja saya cukup ngebet untuk hamil karena berbagai macam alasan yang salah satunya adalah agar anak saya bisa menghibur orang tua setelah kehilangan almarhum adik. Suamipun saat itu sangat mendukung. Kami bahkan tidak begitu mempertimbangkan bahwa saat proses IVF berlangsung, saya akan bolak balik ke rumah sakit sendirian, dan mengurus semuanya sendirian karena suami akan berada di Purwokerto.

Tiba saat hari mens ke dua. Artinya saya harus menjalani tes darah lagi dan alhamdulillah hasilnya bagus, terbukti saat USG TV saya memiliki 5 telur. Saya pun melanjutkan proses IVF dengan happy. hari ke 2 3 4 5 saya mendapat suntik gonal dengan dosis yang cukup tinggi karena mencapai 300 iu. hari ke 6 saya tes darah hasilnya estrogen progesteron bagus. hari ke 6 7 8 9 saya suntik gonal dan obat itu tuh apa ya yang untuk mecegah telur pecah itu (lupa kwkwk). kemudian hari ke 10 saya tes darah lagi dan estrogen saya tidak memperlihatkan kenaikan. wow. BAD NEWS!! saya dicoba untuk diberikan stimulasi lagi dengan menambah gonal sampe hari ke 11 dan setelah cek hormon, estrogen makin turun. SUPER BAD NEWS!! saya pun langsung dijadwalkan untuk ketemu dokter ivan dan beliau bilang memang "IT IS NOT A GOOD SIGN"!! karena seharusnya estrogen makin naik, kok saya malah makin turun. Saat itu juga beliau memberitahukan bahwa IVF saya harus dihentikan. WHAATTT!! pas di dalem ruangan si cengar-cengir aja. Tapi pas uda keluar, langsung deh mau mewek tapi diempet-empet. Meskipun akhirnya banjir air mata juga pas jalan pulang. Mana sendirian, ga ada suami. huhu... 

this pic is not mine

Waktu itu, pikiran saya benar-benar all over the place, berpikir macam-macam dengan berbagai possibilities. Saya takut saya tidak bisa punya anak, saya gelo karena uang keluar sudah banyak (huhuuu, give me back celengan babikuuuu), saya takut menjalani masa tua sendirian, saya takut ditinggal suami, saya nyesel kenapa ngoyo harus sekarang, kenapa ga matengin persiapan, saya nyesel kenapa ga cuti saja dari kantor, saya sedih mengecewakan suami, orang tua, mertua, dll. DUH. My mind was in chaos.

Well... saat itu saya langsung booking tiket ke Purwokerto, bolos dari kantor 2 hari, bersenang-senang dengan suami, dan masih berharap semoga mens ga datang, meskipun akhirnya si mens ngeyel dan tetap datang juga. Masih beruntung, suami selalu positive thinking and that helped me a lot to go through that situation. Saat ini saya sedang menjalankan plan B saya sambil menabung untuk program selanjutnya. 

IVF buat kami tidaklah murah sehingga untuk memutuskan menjalankan IVF sebenarnya persiapan harus dimatangkan terlebih dahulu.  Pertama tentu saya harus siap dana, kedua siap mental, ketiga siap fisik. Saya termasuk orang yang akan terpengaruh dengan kata-kata orang terdekat saya, misal keluarga. Jika keluarga tidak memompa semangat saya, malah misalnya memarahi saya, membuat saya panik, dll dll. Itu akan sangat berpengaruh. Kemarin salah satunya kayaknya itu, saya stress karena banyak hal. kwkwk... So, kalau mau IVF pastikan stress-free ya... kalau perlu ke Luar Negeri aja biar sekalian jalan-jalan... =p

Buat yang mau IVF, semoga berhasil!! If we never try, we'll never know...

NOTE:
1. Harga promo hanya untuk dosis standar, biaya akan semakin bertambah dengan bertambahnya obat dan prosedur
2. Cari dokter yang klik dengan kamu
3. Harus stress-free
4. Saya menjalankan program bayi tabung (IVF) dengan dr ivan sini di RS Bunda International Clinic (Morula IVF) Jakarta

Endowment Fund

Halo selamat pagi assalamualaikum... alhamdulilllah semoga sehat semua... 
Hari ini tanggal 17 Agustus, it means hari ini adalah hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Apa harapanmu untuk Indonesia ke depan nya? Harapan saya semoga SDM Indonesia semakin berkualitas : beriman, sehat, cerdas, berintegritas, loyal dan baik hati. aamiin.

this picture is taken from the internet


Saya sedang ded-degan sekali nih karena besok saya akan melakukan tes substansi beasiswa LPDP... huhuu... doakan semoga lancar dan saya diterima untuk menjadi awardee yaaa... Anyway, untuk mempersiapkan bahan wawancara, saya tadi iseng-iseng buka file skripsi saya saat DIV STAN yang membahas mengenai endowment fund LPDP. Menarik banget loh pengelolaan endowment fund ini. di Amerika Serikat, banyak sekali universitas yang mengelola endowment fund. Bahkan Universitas Yale, yang notabene merupakan salah satu univeristas tersukses dalam pengelolaan endowment fund, berhasil menaikkan endowment fundnya menjadi $25,6 miliar pada tahun 2015. Berikut beritanya Yale News

"Yale’s endowment earned an 11.5% investment return (net of all fees) for the year ending June 30, 2015. The endowment value grew from $23.9 billion on June 30, 2014, to $25.6 billion on June 30, 2015, net of spending that supports faculty salaries, student scholarships, and other expenses. The university benefited from investment gains of approximately $2.6 billion."

Awesome? It is!! FYI, pada tahun 1993 endowment fund yang dikelola Universitas Yale baru sebesar $3,1 miliar (Fisherman, 2014) and it has skyrocketed. Saya percaya sekali kedepannya LPDP bisa menjadi instansi besar dan bisa mengelola dananya dengan optimal. Meskipun, saya memahami sekali bahwa sebagai instansi pemerintah tentunya LPDP juga harus sangat mempertimbangkan risiko kerugian dan peraturan. Secara yang mereka kelola kan uang rakyat. Lain halnya dengan Yale yang memang Manajer Investasinya diberi kebebasan untuk berkreativitas dalam menentukan strategi alokasi asetnya.

Jadi, Apa itu Endowment Fund?

Menurut Commonfund institute (2001), endowment bisa didefinisikan sebagai sebuah portofolio aset yang didonasikan kepada intitusi nonprofit untuk membantu mendukung pendanaan operasional mereka. Pada abad pertengahan, endowment terdiri atas lahan pertanian yang didonasikan pada gereja. Kemudian, gereja itu akan memperoleh pendapatan berupa uang sewa untuk membantu membiayai operasional mereka. Jika dulu, institusi hanya memperoleh return dari pendapatan, sekarang institusi juga memperoleh return dari kenaikan nilai aset.


this picture is taken from the internet

Tujuan dibentuknya endowment fund adalah untuk membiayai kegiatan operasional suatu institusi secara berkelanjutan yang dikenal dengan konsep intergenerational equity dan dikenalkan oleh James Tobin. Tobin (1974) dalam Bagley (2014) mengungkapkan bahwa tugas trustee dari institusi yang mengelola endowment adalah menjaga ekuitas antargenerasi. Mehrling berpendapat bahwa intergenerational equity dicapai saat besar market value (nilai pasar) endowment sama atau lebih besar dari market value yang telah disesuaikan dengan inflasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dia berpendapat bahwa besar endowment yang telah disesuaikan dengan inflasi tersebut hanya perlu memiliki nilai yang sama antar generasi, tidak perlu tumbuh dari waktu ke waktu. Mehrling menyarankan institusi yang mengelola endowment fund untuk meningkatkan spending mereka dengan catatan tertentu. Pendapat Mehrling tersebut didukung oleh Goldstein yang menyatakan bahwa fokus utama manajer endowment adalah memaksimalkan manfaat yang bisa dihasilkan dari endowment, bukan mempertahankan nilainya dengan cara apapun. Goldstein setuju dengan pentingnya mempertahankan nilai atau purchasing power endowment, tetapi bukan dengan cara memangkas belanja program yang seharusnya dilakukan.

Commonfund Institute (2004) melakukan survei pada 650 profesional di bidang keuangan dan investasi pada institusi pendidikan mengenai tujuan mereka dalam mengelola endowment. Hasilnya adalah responden menjawab bahwa tujuan utama mereka adalah menghasilkan pendapatan yang konsisten dan tumbuh dengan stabil kemudian baru memaksimalkan intergenerational equity. Goldstein menggambarkan bahwa pengelolaan endowment sebagai usaha untuk menyeimbangkan antara kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, serta risk dan reward antara saat ini dan masa depan.

"mengenang" sekilas tentang endowment fund saja rasanya sudah membuat adrenalin saya naik... rasanya mau mempelajari lebih dalam lagi... =D

Sabtu, 13 Agustus 2016

Strategi untuk Mempertahankan Pegawai (Retention Strategies)



Kita menjumpai masalah dan mengeluarkan biaya untuk mengidentifikasi, menginterviu, dan kemudian meng-hire pegawai yang tepat untuk organisasi. Oleh karenanya, mempertahankan mereka seharusnya menjadi salah satu prioritas utama organisasi. Untungnya, Retention Srategies yang jitu tidak mahal untuk diimplementasikan.



Effective retention

Untuk mengerti bagaimana mempertahankan pegawai yang bagus, pertama-tama kita harus mengetahui apa yang sebenarnya mereka cari. Saat ini, pegawai-pegawai terbaik menginginkan:

1.         Kesempatan untuk mengembangkan karir dan tumbuh di bidang yang mereka pilih

2.         Regular feedback tentang bagaimana mereka bekerja dan perkembangan organisasi

3.         Kesempatan untuk berkontribusi secara langsung pada organsiasi dan dikenali karena kontribusi tersebut

4.         Jam kerja yang fleksibel yang menyeimbangkan antara kebutuhan mereka bekerja dan kehidupan pribadi mereka

5.         Gaji yang pantas dan kesempatan untuk meningkatkannya seiring lama mereka bekerja di organisasi

6.         Benefits yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi mereka masing-masing

Key strategies

Strategi dalam mempertahankan pegawai dimulai dari saat kita menghire mereka sampai saat mereka meninggalkan organisasi. Mari kita lihat bagaimana dengan mengubah praktik pengelolaan SDM, ternyata bisa memberikan impact yang besar terhadap employee retention.

1.         Recruitment and hiring
Layak banget kita menghabiskan waktu, uang dan upaya untuk melakukan rekrutmen. Ketika antara employee dan organisasi cocok, retention akan kurang menjadi isu dalam organisasi.

2.         Orientation and onboarding
Bagaimana kita memperlakukan pegawai di saat awal mereka masuk menjadi bagian dari organisasi ternyata terbukti meningkatkan retention.
Saya setuju sekali mengenai poin ini. Berdasar pengalaman, organisasi saya kurang mengena bahkan cenderung monoton ketika melakukan orientasi pegawai baru. As a new recruit, I didn’t feel the hype and I didn’t engage… =p Menurut saya justru saat itu krusial banget untuk mem-brainwash pegawai baru. Jelaskan dan lakukan hal-hal yang bisa memompa semangat mereka. Ceritakan tentang pentingnya organisasi, visi, misi, dll nya.

3.         Training and development
Poin ini merupakan kunci utama dalam membantu pegawai tumbuh seiring dengan tumbuhnya organisasi dan membantu pegawai agar tetap marketable di bidang mereka.

4.         Performanse evaluation
Ketika pegawai mengerti pekerjaan apa yang mereka kerjakan dengan sangat baik dan dimana saja mereka harus improve, maka pegawai dan organisasi akan sama-sama diuntungkan.

5.         Pay and benefits
Meskipun saat ini banyak pegawai yang menilai reward seperti career development lebih berharga daripada uang, tetap saja good pay dan benefits tetap harus diperhitungkan.

6.         Internal communication
Komunikasi yang efektif bisa membantu memastikan bahwa pegawai mau untuk stay di organisasi. Pegawai perlu mengetahui – dan diingatkan secara regular – bagaimana kondisi organisasi saat ini dana pa yang bisa mereka lakukan untuk membantu organisasi.

7.         Termination and outplacement
Pegawai yang meninggalkan organsiasi dengan cara baik-baik sangat mungkin akan merekomendasikan organisasi kita, dan dengan hal itu, bisa membantu menarik dan mempertahankan pegawai baru.

Engage employee to increase retention

Engaging your employee – adalah memastikan bahwa mereka berkomitmen dan produktif dalam bekerja – selain akan memberi manfaat bagi organisasi, hal ini juga akan memberi manfaat pada pegawai.

Ketika kita mempekerjakan pegawai yang tepat, kemungkinan bahwa mereka akan engage tinggi – mereka akan berkomitmen pada organsiasi dan merasa bahagia dengan pekerjaan mereka. Namun, untuk memastikan ongoing engagement, employer harus memainkan peranan utama, khususnya ketika berhubungan dengan komunikasi. Pertimbangkanlah lima strategi berikut:

1.         Be clear on what your business stands for
Misi, Visi dan brand organisasi kita harus kita kedepankan dan harus jadi inti dari apa yang kita lakukan.

2.         Communicate well and often
Pegawai kita perlu tahu – secara kontinu – bagaimana keadaan organisasi dan pegawai.

3.         Understand generation differences
Untuk mendapatkan yang terbaik dari pegawai kita, kita perlu mengetahui apa yang menjadi motivasi setiap generasi.

4.         Find out what your employee needs
Tanyakan secara regular pada pegawai apa kabar mereka dan apa yang mereka sedang lakukan. Kita harus siap untuk mem-follow up masukan mereka.

5.         Empower all employees to do their best
Sediakan leadership, sumber daya, dan training untuk pegawai agar mereka menyadari potensi mereka.

Engagement memang penting banget. Tapi bagaimana agar pegawai bisa engage dengan sumber daya yang terbatas? Anyway, dari poin-poin di atas ada beberapa hal yang organisasi saya masih lacking. Namun, I’m sure we can fix together.

90% tulisan di atas diambil dari careeronestop

Ads Inside Post