Salah satu alasan kenapa Dokter Ahmad Saifuddin belum melakukan ET di program ivf ku adalah adanya polip rahim. Menurut dokter, polip rahim muncul karena ketidakseimbangan hormon dan bisa hilang dengan sendirinya. Setelah dokter fix mendiagnosa di rahimku ada polip (lagi), dokter menyarankan untuk menunggu 2 siklus haid, baru kemudian melakukan observasi apakah polipnya masih ada atau sudah hilang. Dokter sangat berharap polipnya bisa luruh sendiri keluar bersama dengan darah haid. Aku juga berharapnya gitu dok huhu...
Setelah 2 siklus menunggu, H+22 aku kembali konsultasi ke Dokter Ahmad. Beliau menanyakan apakah setelah ivf darah haidku banyak. Aku pun mengiyakan. Beliau tersenyum optimis. Beliau bilang, biasanya darah haid yang banyak menandakan luruhnya polip. Untuk memastikan, aku pun di USG TV. Sebenarnya hati agak pesimis, tapi juga sangat berharap polip hilang sendiri. Setelah diobservasi, ternyata polipnya masih ada dan harus diambil dengan kuret/teropong/histeroskopi. Pupus deh harapan untuk langsung ivf. Sampai dalam tahap ini, aku masih bisa mikir "Oke, lets just do it and win the battle".




